Jadi Anggota Kehormatan, Tahir Siap Berkolaborasi dengan Pemuda Pancasila

Sabtu, 30 April 2022 - 12:50 WIB
loading...
Jadi Anggota Kehormatan, Tahir Siap Berkolaborasi dengan Pemuda Pancasila
Ketua Umum PP KPH Japto Soelistyo Soerjosoemarno menyerahkan KTA sekaligus mengangkat pendiri Mayapada Group Dato Sri Prof Tahir selaku anggota kehormatan Pemuda Pancasila. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila KPH Japto Soelistyo Soerjosoemarno mengangkat pendiri Mayapada Group Dato' Sri Prof Tahir, sebagai anggota kehormatan Pemuda Pancasila.

Japto menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) kepada Tahir disela-sela penyerahan santunan di Sekretariat MPN Pemuda Pancasila di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, Dato' Sri Prof Tahir bersama Japto Soelistyo Soerjosoemarno, secara simbolis menyerahkan paket bantuan kepada yatim piatu dan dhuafa. Kegiatan yang berlangsung Jumat, 29 April 2022 ini, mengambil tema "Merajut Ukhuwah Menjemput Pahala".

Baca juga: Hadir Dalam Muskerwil, Pemuda Pancasila Support DPW Partai Perindo DIY

Pendiri Tahir Foundation Dato' Sri Prof Tahir mengaku bahagia bisa kerja bersama dan menjadi bagian dari Pemuda Pancasila dalam membantu meringankan beban masyarakat.

"Mas Japto ini kan idola saya, senior saya, jadi saya ikut saja jejaknya. Jadi semua yang berbuat baik kita ikuti jejaknya. Jadi mas Japto ini banyak bicara mengenai misalnya dalam pengentasan kemiskinan, ini kan hal yang baik dan bisa dilaksanakan setiap hari," kata Sri Prof Tahir dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/4/2022)

Tahir mengaku sudah membagikan 100 ribu paket bantuan dari wilayah Papua sampai ke wilayah Sumatera. "Memang itu aktivitas kita setiap tahun ya, tidak harus lebaran atau natal, semua kebaikan bisa dilakukan setiap hari," katanya.

Baca juga: Bamsoet Ajak Pemuda Pancasila Dukung Penuh Pemindahan Ibu Kota Negara

Japto menjelaskan, pihaknya kerja bersama dengan sejumlah pihak, termasuk Tahir Foundation (Grup Mayapada), untuk membantu menyelesaikan beberapa persoalan yang masih dihadapi bangsa Indonesia.

"Musuh kita tinggal penyakit, kesehatan, pendidikan, tapi itu semua bayar, nah kalau mereka gak punya uang gimana. Orang sehat gak bisa kerja, orang gak terdidik gak bisa dapat pekerjaan, ini kan masalah yang kusut sebetulnya," ujar Japto.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1067 seconds (10.101#12.26)