2022, Mantan Pemain Timnas Bepe Akan Diperiksa Kasus Dugaan Penelantaran Anak

Kamis, 30 Desember 2021 - 12:23 WIB
loading...
2022, Mantan Pemain Timnas Bepe Akan Diperiksa Kasus Dugaan Penelantaran Anak
Kasus mantan pemain sepak bola klub Persija Bambang Pamungkas di Polda Metro Jaya, mulai bergulir. Penyidik sudah mengagendakan pemeriksaan terhadap pelapor. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mantan pemain Timnas sepak bola Bambang Pamungkas (Bepe) akan segera diperiksa terkait kasus penelantaran anak . Pemeriksaan akan dilakukan pada 2022.

"Tentu (akan dipanggil). Mungkin setelah tahun baru. Karena sekarang posisinya kita lagi mempersiapkan pengamanan tahun baru, sebagian personel Polda Metro dilibatkan sehingga kita akan jadwalkan setelah tahun baru," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Kamis (30/12/2021). Baca juga: Kasus Bambang Pamungkas di Polda Metro Jaya Mulai Bergulir

Menurut Zulpan, pemanggilan terhadap Bepe dilakukan guna melengkapi keterangan yang telah dibeberkan mantan istrinya Amalia Fujiwati yang telah diperiksa pada Kamis 16 Desember 2021.

"Kasusnya masih panjang ya, karena Bepe belum dipanggil, baru mantan istrinya saja. Mantan istrinya kan sudah memberikan bukti terkait penelantaran anak itu, dan sudah dikantongi penyidik," jelasnya.



Sebelumnya, mantan istri Bambang Pamungkas (Bepe), Amalia Pujiwati selesai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penelantaran anak yang dilayangkannya. Amalia dicecar 20 pertanyaan oleh penyidik.

Kuasa Hukum Amalia Pujiwati, Wati Ali Nurdin menjelaskan kliennya hanya meminta agar Bambang Pamungkas mengakui anak kandungnya tersebut dan memenuhi pemberian nafkah dengan semestinya.

Meskipun dalam hal ini, Amalia Pujiwati enggan menyebutkan atau menetapkan nominal nafkah yang harus diberikan. Baca juga: Dugaan Penelantaran Anak, Bambang Pamungkas Dipolisikan Amalia Fujiawati

"Pertama, pengakuan dari Bambang kepada anaknya bahwa anak yang dilahirkan Amalia ini anak dari Bambang Pamungkas. Kedua, kalau memang itu anaknya kami minta terkait pemenuhan haknya, tapi itu semampunya saja," jelas Wati, Kamis 16 Desember 2021.
(mhd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1474 seconds (10.55#12.26)