Kisah Gang Semen, Lokalisasi PSK yang Melegenda di Puncak Bogor

Senin, 20 Desember 2021 - 07:32 WIB
loading...
Kisah Gang Semen, Lokalisasi PSK yang Melegenda di Puncak Bogor
Gang Semen dikenal sebagai lokalisasi prostitusi tertua dan terbesar di wilayah Bogor. Bahkan namanya dikenal hingga mancanegara. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
BOGOR - Puncak dikenal sebagai tempat wisata incaran warga Jakarta dan sekitarnya pada akhir pekan dan hari libur nasional. Namun, Puncak juga tak lepas dari sorotan praktik prostitusi. Salah satu kisah lokalisasi pekerja seksual (PSK) di kawasan Puncak yang cukup melegenda adalah Gang Semen.

Gang Semen berlokasi di Desa Cibogo, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gang Semen dikenal sebagai lokalisasi prostitusi tertua dan terbesar di wilayah Bogor. Bahkan namanya dikenal hingga mancanegara, sehingga banyak wanita asing yang mencoba peruntungan di Gang Semen.

Baca juga: Menilik Pekerjaan yang Pas Ketimbang PSK Online

Keberadaan Gang Semen bermula dari berdirinya Pabrik Semen Merah pada tahun 1950. Saat itu banyak penduduk setempat menjadikan produksi semen merah sebagai pekerjaan utama.

Alhasil Gang Semen bisa pusat pernigaan yang menjadi tempat orang-orang bertransaksi. Pembeli Semen Merah ini biasanya dari luar. Bahkan banyak yang dari luar kota.

Baca juga: Malam Tahun Baru Jalur Puncak Tidak Ditutup



Setali tiga uang, para pebisnis semen merah ini juga biasanya mencari teman perempuan selama penginapannya di Puncak. Lama-lama, tempat itu bukannya terkenal dengan semen merahnya tetapi perempuannya.

Pabrik semen merah pada akhirnya beralih fungsi menjadi penginapan yang menyediakan perempuan penjaja seks. Dalam perkembangannya, tempat tersebut dikenal sebutan Gang Semen.

Lantaran bisnis prostitusi di tempat itu tumbuh subur, maka satu persatu hotel dan penginapan muncul sebagai tempat para PSK melayani pelanggannya. Pada tahun 1990-an, lokalisasi PSK Gang Semen sangat tenar di kalangan pria hidung belang.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1875 seconds (11.252#12.26)