Sejarah Gedung Filateli, Kantor Pos Pertama Buatan VOC di Batavia

loading...
Sejarah Gedung Filateli, Kantor Pos Pertama Buatan VOC di Batavia
Sejarah berdirinya Gedung Filateli yang terletak di kawasan Gambir, Jakarta Pusat dimulai ketika Pemerintah Kolonial Hindia Belanda yang pada saat itu dipimpin oleh Deandles, memindahkan Pemerintahan Batavia dari Kota Tua ke Kawasan Weltevreden. SINDOnew
JAKARTA - Sejarah berdirinya Gedung Filateli yang terletak di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, dimulai ketika Pemerintah Kolonial Hindia Belanda yang pada saat itu dipimpin oleh Deandles, memindahkan Pemerintahan Batavia dari Kota Tua ke Kawasan Weltevreden.

Hal tersebut menjadikan area Pasar Baru menjadi kawasan elite yang setara dengan Menteng dan Pondok Indah di zaman sekarang. Secara bersamaan, ikut mendorong berdirinya bangunan-bangunan penunjang di area tersebut, salah satunya adalah Gedung Post en Telegrraf (Kantor Pos) yang sekarang kita kenal sebagai Gedung Filateli yang tepat berdiri di seberang area Pasar Baru. (Baca juga; 26 Hari di Batavia, Jejak Terakhir Pangeran Diponegoro di Tanah Jawa )



"Gedung Filateli dahulunya merupakan kantor pos pertama yang didirikan oleh VOC di Batavia pada tanggal 26 Agustus 1746. Gedung tersebut didirikan pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Gustaaf W. Baron van Imhoff. Letak gedung ini berada di wilayah strategis, dekat pusat ekonomi. Pada saat pusat pemerintahan dipindahkan ke Weltevreden, kantor pos juga dipindahkan ke Waterlooplein di lantai dasar Istana Daendels (1835). Kemudian kantor pos pindah ke Posweg diantara Schooburg (Gedung Kesenian Jakarta) di sebelah timur dan Kleine Klooster di sebelah barat (1835)," urai Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhan, Minggu (23/5/2021).

Kemudian, gedung Filateli atau Kantor Pos Pasar Baru terletak di Jalan Raya Pos, lokasi yang strategis karena terhubung dengan Jalan Raya Pos, serta dekat dengan pusat kota yang erat kaitannya dengan kawasan komersial, pendidikan, aktivitas budaya, dan pemerintahan pada masa itu. Adanya Gedung Kantor Pos Pasar Baru yang diarsiteki oleh J. Van Hoytema tahun 1913 berkaitan erat dengan sejarah perkembangan Weltevreden yang merupakan pusat kota Nieuw Batavia. (Baca juga; Stasiun Jakarta Kota; Misteri Sebutan Beos, 2 Kepala Kerbau, dan Filosofi Yunani )

Lalu, gedung ini menjadi milik Perusahaan Negara Pos Telekomunikasi (PN POSTEL). Selanjutnya, pada tahun 1965, PN POSTEL terbagi menjadi dua perusahaan yaitu PN Pos dan Giro serta PN Telekomunikasi. PN Pos dan Giro kemudian berubah nama menjadi Perusahaan Umum Pos dan Giro. Lalu, pada tahun 1995, berganti nama menjadi PT Pos Indonesia.

Pada awal kemerdekaan, Gedung Filateli difungsikan sebagai pelayanan pos, telepon, dan telegram. Adanya perkantoran baru berupa Gedung Pos Ibukota (GPI) mejadikan Gedung Kantor Pos Lama Pasar Baru, difungsikan sebagai pelayanan filateli dan Kantor Cabang Persatuan Filateli Indonesia di Jakarta.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top