Polisi Masih Lengkapi Berkas Kasus Video Syur 19 Detik Gisel-Nobu

loading...
Polisi Masih Lengkapi Berkas Kasus Video Syur 19 Detik Gisel-Nobu
Penyidik Polda Metro Jaya masih melengkapi berkas kasus video syur atau porno artis Gisella Anastasia dan Michael Yukinobu Defretes (Nobu).Foto/Istimew/Dok
JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya masih melengkapi berkas kasus video syur artis Gisella Anastasia dan Michael Yukinobu Defretes (Nobu) berdurasi 19 detik yang viral di media sosial tahun 2020 lalu.

"Berkas Gisel sudah tahap satu ya," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya , Kombes Pol Yusri Yunus di Gedung Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/4/2021). Dia menuturkan, berkas perkara video pribadi asusila Gisel dan Nobu yang viral tersebut sempat dikembalikan pihak Kejaksaan karena ada beberapa hal yang harus dilengkapi.

"Tahap satu sudah. Ada beberapa alat bukti yang harus dilengkapi penyidik. Contohnya keterangan saksi ahli hukum sudah kita lengkapi dan nanti akan kita kirim lagi ke JPU," ujar Yusri Yunus. Baca: Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Hancurkan Billboard Minimarket di Tangsel

Sebagaimana diketahui, dua mantan sejoli Gisel dan Michael Yukinobu Defretes (Nobu) yang menjadi pemeran di dalam video asusila 19 detik yang beredar luas di media sosial pada November 2020 silam. Berdasarkan pengakuan Gisel dan Nobu, video intim pribadi keduanya tersebut dibuat di salah satu hotel di Medan Sumatera Utara pada 2017 silam.

Gisel dan Nobu ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya pada 29 Desember 2020. Keduanya dijerat Pasal 4 Ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 8 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara.



Mereka juga dikenakan Pasal 29 juncto Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 6 miliar.
(hab)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top