Sukses Investasi Bitcoin, Sigit Tanoko Berbagi Tips dan Triknya

loading...
Sukses Investasi Bitcoin, Sigit Tanoko Berbagi Tips dan Triknya
Nama Sigit Putra Tanoko dikenal sebagai investor Bitcoin yang berhasil mengelola aset digital tersebut. Foto/Istimewa
JAKARTA - Nama Sigit Putra Tanoko dikenal sebagai investor Bitcoin yang berhasil mengelola aset digital tersebut. Atas keberhasilannya, pemilik akun YouTube Sigit Tanoko ini juga merilis buku terkait Bitcoin berjudul “Bitcoin 101”.

Sigit Tanoko mengaku mengenal Bitcoin pada 2016 lewat sebuah permainan. Dari permainan tersebut dia berhasil mendapatkan 9 BTC dan kemudian menjadi 12 BTC. Kemduian dia jual ketika harga 1 BTC masih berada pada kisaran Rp8.000.000 per BTC.

Lalu, Sigit Tanoko terus memantau harga Bitcoin di pasaran. Kemudian, dia pun melihat pergerakan harga naik yang sangat cepat, yang semula 1 BTC bernilai sekitar Rp8.000.000 naik menjadi Rp15.000.000 dan tidak lama menyentuh nilai Rp35.000.000 per BTC.

Nah, ketika Bitcoin menyentuh harga Rp35.000.000, Sigit Tanoko akhirnya memutuskan untuk membelinya kembali. Dia kemudian mempelajari lebih terkait dengan aset digital ini. (Baca juga; Harga Bitcoin Tembus Rekor Tertinggi, Sudah Setara Satu Unit Rumah Mewah )

Dia percaya kenaikan nilai tersebut bukan tanpa alasan, sebab Bitcoin memiliki nilai layaknya emas. "Dasar sifat inilah dan juga sifat Bitcoin yang terdesentralisasi yang menjadikan saya mulai mencoba mengelola dana pada aset digital ini," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.



Diketahui, kepopuleran mata uang kripto ini berawal dengan melonjaknya harga Bitcoin (BTC) di tahun 2017 hingga mencapai Rp270.000.000 per BTC. Namun, siapa sangka nilainya turun menjadi sekitar Rp55.000.000 pada tahun berikutnya. Hari ini, harga bitcoin kembali melejit dan berada di kisaran 906 juta per BTC.

Sigit mengatakan, dirinya menggunakan metode Dollar Cost Averaging untuk menginvestasikan dananya pada Bitcoin. Dia berusaha mengalokasikan dananya dengan jumlah tertentu setiap bulannya untuk membeli Bitcoin. Lalu, ketika Indikator RSI dan Moving Average 200-Weekly menunjukkan nilai yang rendah dia justru membeli dengan jumlah yang banyak.

Dari cara tersebut, Sigit Tanoko berhasil menyiapkan dana sebesar Rp300.000.000 lebih. Namun, Sigit memilih untuk membagi dana tersebut dengan membeli sebuah mobil dan juga menyisihkan dana lain untuk kembali diinvestasikan. "Tentunya, investasi tersebut tidak hanya berpusat pada Bitcoin, tetapi juga pada altcoin lain seperti Ether," jelasnya.

Selain itu, Sigit Tanoko juga melakukan transaksi peer-to-peer (P2P) agar keuntungan yang didapatkan semakin besar. Dengan melakukan transaksi ini, ia berhasil mengambil keuntungan sebesar 15% darinya. Trik ini dilakukan dengan mengambil jeda harga Bitcoin di luar negeri dan di Indonesia. (Baca juga; Harga Bitcoin Naik Turun, Tetap Bisa "Cuan" Bila Dikelola Cermat )

Menurut Sigit, modal yang dibutuhkan untuk melakukan investasi Bitcoin adalah 10 Bitcoin dan membutuhkan waktu trading bitcoin sekitar 3 sampai 6 bulan lamanya untuk dapat membeli mobil Wuling Almaz miliknya. Sigit melakukan withdraw untuk mencairkan Bitcoin menjadi rupiah, melalui platform exchange lokal.



Dari kiat-kiat dan tips yang diberikan oleh Sigit, dia menjelaskan bahwa sebelum berinvestasi atau melakukan trading Bitcoin, trader harus paham betul apa itu Bitcoin. "Maraknya penipuan Bitcoin dikarenakan banyak orang belum mengerti betul apa itu Bitcoin dan asal membeli Bitcoin di beberapa exchange yang kurang terpercaya. Selain itu, bagi para pemula banyak kesalahpahaman, mereka kira harus membeli 1 bitcoin, padahal bisa mulai dari Rp20.000," jelasnya.

Sigit menambahkan, ketika sedang melakukan trading, trader harus sabar dan sesuai dengan rencana trading yang sudah ditetapkan. "Harga Bitcoin atau mata uang crypto lainnya memang fluktuatif yang membuat para trader harus sabar dalam rentang waktu yang tak menentu ketika hendak menjual kembali Bitcoin dengan harga tinggi," pungkasnya.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top