Badai Covid Belum Berlalu, Kabupaten Bekasi Masih Jadi Primadona Investor

Rabu, 26 Mei 2021 - 06:51 WIB
loading...
Badai Covid Belum Berlalu, Kabupaten Bekasi Masih Jadi Primadona Investor
Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A A A
BEKASI - Badai Covid-19 belum berlalu. Namun, Kabupaten Bekasi masih tetap menjadi primadona investor dengan mencatatkan diri sebagai daerah investasi tertinggi se-Jawa Barat yang memiliki realisasi penanaman modal mencapai Rp13,45 triliun hingga triwulan pertama 2021.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi Sutia Resmulyawan mengatakan, penanaman modal di wilayahnya pada semester pertama masih besar yakni Rp13,45 triliun. ”Ini menjadi nilai positif. Kabupaten Bekasi masih dipercaya para investor untuk menanamkan investasi,” ujarnya, Rabu (26/5/2021).
Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Bekasi Tunggu Persetujuan Orang Tua Siswa

Menurut dia, realisasi investasi di Kabupaten Bekasi mencapai 36,23 persen. Angka tersebut dari total penanaman modal di Jawa Barat pada triwulan pertama 2021 yakni Rp37,1 triliun. Setelah Kabupaten Bekasi, realisasi investasi tertinggi berikutnya Kabupaten Karawang sebesar Rp7,6 triliun atau 20,6 persen dari total investasi di Jawa Barat dan Kota Bandung sebesar Rp6,3 triliun atau 16,9 persen.

Investasi di Kabupaten Bekasi masih didominasi sektor penanaman modal asing yakni mencapai Rp11,6 triliun, sedangkan realisasi penanaman modal dalam negeri sebesar Rp1,8 triliun. Belasan triliun itu tercipta dari total 1.950 proyek yang terdiri atas 1.368 proyek investor asing dan 582 proyek dari penanaman modal dalam negeri.

Selain nilai penanaman modal, sisi positifnya bagi daerah dengan industri terbesar di Asia Tenggara itu karena dari realisasi investasi terserap tenaga kerja. ”Dari data yang kami terima, setidaknya 6.732 tenaga kerja yang terserap dari ribuan proyek ini. Jadi walaupun pandemi angka penyerapan tenaga kerja sangat tinggi,” kata Sutia.
Baca juga: Investor Reksa Dana Meningkat 39%

Tingginya realisasi investasi di Kabupaten Bekasi berasal dari industri di bidang automotif yang menyumbang hingga Rp7,86 triliun. Disusul sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp1,6 triliun, industri makanan sebesar Rp1,3 triliun, dan sisanya dari sejumlah sektor lainnya.

Dari sisi tenaga kerja, industri logam, mesin, dan elektronika paling banyak menyerap karyawan. Sedikitnya 4.475 tenaga kerja berhasil diserap hingga triwulan pertama 2021, disusul sektor makanan dengan 692 tenaga kerja, dan automotif sebanyak 684 tenaga kerja. Tahun lalu Kabupaten Bekasi mampu merealisasikan investasi senilai Rp37,32 triliun.

Hal itu jauh mengungguli Kabupaten Karawang di peringkat kedua dengan rasio 13,90 persen dan Kota Bandung di urutan ketiga dengan rasio 8,82 persen. ”Artinya, kita mampu merealisasikan 36 persen investasi hanya dalam waktu tiga bulan jika dibandingkan realisasi sepanjang tahun lalu. Geliat ekonomi di Bekasi masih bergairah,” ucapnya.
(jon)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2105 seconds (11.210#12.26)