Perintah Larang Mudik, Organda DKI Prediksi Masyarakat Mudik Awal

loading...
Perintah Larang Mudik, Organda DKI Prediksi Masyarakat Mudik Awal
Pemudik tampak mengantri bus di Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta memprediksi akan ada gelombang mudik lebih awal sebelum periode pelarangan mudik oleh pemerintah pusat pada 6-17 Mei 2021. Warga diperkirakan akan mencari celah agar bisa berkumpul bersama keluarga pada Hari Raya Idul Fitri 2021.

"Setiap ada aturan ada celahnya saja. Sama seperti dilarang mudik dari tanggal 6-17, ya dia mudiknya sebelum tanggal 6, nanti dia pulang setelah tanggal 17," kata Ketua DPD Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Shafruhan menuturkan, pekerja di DKI Jakarta diprediksi akan mendominasi mudik lebih awal ini. Sebab, kalangan pegawai negeri maupun pegawai swasta akan dibatasi dengan kebijakan cuti. Sedangkan pekerja informal tidak terikat dengan kebijakan cuti.

"Ini kemungkinan sebelum tanggal 6 sudah berangkat duluan, mulai 2, 3 atau 1 sampai tanggal 5, tanggal 4 itulah saya prediksi puncaknya," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, mudik Idul Fitri 2021 ditiadakan. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Indonesia yang kian meluas pascalibur panjang.



Hal ini telah dirundingkan dalam rapat bersama kementerian terkait pada 23 Maret lalu. Kemudian, hasil ini juga telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sesuai arahan presiden dan koordinasi keputusan rapat tingkat menteri yang dilaksanakan 23 Maret 2021 di Kantor Kemenko PMK yang dipimpin Menko PMK, serta hasil konsultasi dengan presiden maka ditetapkan bahwa 2021 mudik ditiadakan,” jelas dia dalam Telekonferensi Pers, Jumat 26 Maret 2021.

Kata dia, hal ini berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri dan seluruh masyarakat. Dia juga menuturkan bahwa langkah ini diambil dalam rangka upaya vaksinasi yang dilakukan bisa maksimal sesuai dengan yang diharapkan.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top