alexametrics

Pulang ke Indonesia, 207 WNI Dikarantina di Asrama Haji Pondok Gede

loading...
Pulang ke Indonesia, 207 WNI Dikarantina di Asrama Haji Pondok Gede
Asrama Haji Bekasi dan Pondok Gede akan menjadi tempat isolasi sementara bagi warga negara Indonesia yang baru tiba dari luar negeri dan akan menjalani pemeriksaan. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Sebanyak 207 Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari luar negeri harus menjalani karantina di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (19/5/2020). Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19.

Dandim 0505 Jakarta Timur Kolonel Inf Muhammad Mahfud As'at meengatakan, total keseluruhan WNI yang telah dikarantina di Asrama Haji berjumlah 940 orang. Namun, jumlah tersebut menyusut karena sebagian WNI sudah diizinkan kembali pulang ke kampung halaman.

"Sebagian sudah kembali dan saat ini yang berada di Asrama Haji tinggal 207 WNI," kata Mahfud saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (19/5/2020). (Baca juga: Asrama Haji Pondok Gede Jadi Tempat Isolasi WNI dari Luar Negeri)

Menurut Mahfud, WNI yang menjalani karantina di Asrama Haji teridiri dari berbagai macam latar belakang. Mereka semua ada yang bekerja sebagai pekerja migran Indonesia, pelajar dan lain-lain. "Semua WNI yang ditampung di Asrama Haji ada dari ABK, TKI dan pelajar yang magang di luar negeri," ujarnya.

Mahfud menambahkan, tak hanya karantina, seluruh WNI juga diminta ikut menjani tes swab sebagai langkah untuk memastikan apakah seluruh WNI yang dikarantina terjangkit Covid-19 atau tidak. (Baca juga: Perang Penghabisan Lawan Corona, PSBB DKI Diperpanjang hingga 4 Juni 2020)

"Ketika tiba di pelabuhan dan bandara mereka telah menjalani rapid test. Kemudian saat dikarantina mereka juga menjalani tes swab. Jika hasilnya positif maka langsung dikirim ke Rumah Sakit rujukan," tukasnya.

(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak