Klaster Industri Meledak, Pemkab Bekasi Siapkan Hotel untuk Karantina

loading...
Klaster Industri Meledak, Pemkab Bekasi Siapkan Hotel untuk Karantina
Seorang petugas tengah merapihkan tempat tidur di salah satu kamar hotel di Jakarta. Kamar hotel itu diperuntukkan pasien Covid-19 untuk menjalani karantina. Foto/Dok/SINDOphoto
BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sedang melakukan tracing kepada 12.000 buruh. Skema penggunaan hotel sebagai lokasi karantina pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan pun kembali bergulir.Sebelumnya, pemerintah setempat melakukan tes swab kepada ribuan pekerja pabrik di wilayahnya.

Hal demikian disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Masrikoh. Kata dia, penyediaan hotel untuk meminimalisir adanya lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnyaterutama untuk klaster industri .

“Potensi kenaikan kasus ini yang wajib kita antisipasi dengan penanganan serius,”katanya kepada wartawan di Bekasi,Minggu (6/12/2020). (Baca juga: Antisipasi Ledakan Pasien Covid-19 Klaster Industri, Kabupaten Bekasi Siapkan 500 Kamar Isolasi )

Sejauh ini,kata dia,pemerintah daerah telah menyiapkan satu penginapan terkemuka yaitu, Hotel Ibis yang rencananya menjadi pusat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 OTG atau gejala ringan.Selain menyiapkan hotel, pemerintah daerah juga tengah menambah kapasitas tempat tidur di Wisma President University Jababeka.

“Semula kapasitasnya hanya 60 ruang menjadi 500 karena memang di sana lokasinya relatif luas bahkan daya tampungnya bisa mencapai 1.000 tempat tidur,” tegansya. (Baca juga: Klaster Industri Meledak, 2 Kecamatan Bekasi Terus Meningkat )



Sebelumnya, skema hotel menjadi tempat isolasi mandiri sudah pernah dilakukan Pemkab Bekasi berdasarkan instruksi BNPB. Kendati tak terealisasi dengan alasan penurunan kasus positif Covid-19.

Kedepan, pemerintah daerah sedang mempertimbangkan pemberlakuan pembatasan mobilitas warga secara lebih ketat lagi.Namun dengan catatan apabila hasil tes usap massal pekerja pabrik nanti mengakibatkan terjadinya lonjakan kasus positif penyebaran Covid-19. “Bisa saja skema lock down seperti di DKI Jakarta kita terapkan di sini,” ungkapnya.

Untuk saat ini, Masrikoh mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bekasi untuk tetap menjalankan protokol kesehatan yaitu, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak aman di kerumunan. “Kita minta masyarakat mengedepankan protokol kesehatan, agar terlindung dari virus Corona,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya,ribuanburuh mulai menjalani tesswabmassal di Kawasan Industri MM2100,Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, Kamis 3 Desember. Ini menjadi kali pertama dari rencana 12.000 tes usap massal yang diperuntukkan bagi karyawan pabrikdi Kawasan industri terbesar di Asia Tenggara tersebut. (Baca juga: Bekasi Jadi Fokus Penanganan Covid-19, Klaster Industri Sangat Serius )

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan PenangananCovid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyahmengatakan, untuk tes swab pekan pertama dilakukan hari ini, dan pekan depan akan terus berlanjut hingga 12.000 ribu buruh. “Hari ini sebanyak 2000 buruh mengikuti tes swab,” katanya, Kamis 3 Desember 2020.





Tes massal ini dilaksanakan Gugus Tugas Covid-19 Pusat dengan menggandeng Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi. Tes massal terhadap buruh dilakukan lantaran tingginya tingkat paparan covid-19 di klaster industri.Dalam kali pertama ini, tes dibagi dua sif yakni pagi dan siang yang masing-masing berjumlah 1.000 buruh.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top