Sidang Narkoba Putra Wakil Wali Kota Tangerang, Saksi Ahli Sebut Polisi Minta Akmal Direhabilitasi

loading...
Sidang Narkoba Putra Wakil Wali Kota Tangerang, Saksi Ahli Sebut Polisi Minta Akmal Direhabilitasi
Sidang perkara kasus narkoba anak Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin Akmal dan kawan-kawan, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan
TANGERANG - Sidang perkara kasus narkoba anak Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin Akmal dan kawan-kawan, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Banten. Sidang secara virtual ini menghadirkan saksi ahli dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta, dokter Yosep.

Dalam keterangannya, Yosep menyampaikan permintaan pihak kepolisian agar merehabilitasi Akmal dan kawan-kawan. "Jadi assesment ini permintaan langsung dari teman-teman kepolisian. Ya, ini ada permintaan langsung penyidik," kata Yosep, di ruang sidang No 1 PN Tangerang.

Berdasarkan pemeriksaan kepada terdakwa Akmal, diketahui bahwa putra Wakil Wali Kota Tangerang itu sudah mengalami ketergantungan narkotika. Dia teratur menggunakan sabu setiap hari sebulan terakhir.

"Kategori penggunaan tetatur pakai. Asumsi saya, si pasien ini teratur menggunakan dalam kurun waktu 1 bulan terakhir. Ternyata dalam 3 bulan terakhir, punya penggunaan teratur, dia sudah pakai setiap hari," jelasnya.



Tingkat kebutuhan terdakwa Akmal terhadap natkotika sudah tinggi. Hal ini terungkap dari periodik dia memakai yang cukup lama dan kadar ketergantungannya. (Baca juga: Patungan Beli Sabu, Anak Wakil Wali Kota Tangerang Terancam Pidana Seumur Hidup)

"Dari kesimpulan ini, dalam konteks pasien yang datang ke lembaga kami, kayak sekolah, kayak pesantren yang elite. Ketimbang dia masuk ke tempat seperti kotak (penjara), pasti ada rasa cemas, depresi," bebernya.

Yosep khawatir, jika Akmal digabungkan ke dalam penjara bersama dengan pecandu narkotika lainnya, tingkat kecanduannya akan meningkat dan membuatnya semakin parah.



Dia menjelaskan, ada beberapa penyebab kenapa seseorang harus menjalani rehabilitasi. Pertama, karena orang tersebut tidak memiliki jaringan. Sehingga, bisa menggunakan memakai asesmen dari medis. (Baca juga: Bawa Pistol, Saksi Sidang Putra Wakil Wali Kota Tangerang Disemprit Hakim)
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top