Operasi Laut Interdiksi Terpadu 2020, Bongkar 5 Kasus Peredaran Narkoba

loading...
Operasi Laut Interdiksi Terpadu 2020, Bongkar 5 Kasus Peredaran Narkoba
BNN bersama Korps Polairud Baharkam Polri, serta Direktorat Penindalan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai membongkar lima kasus peredaran narkoba dari jalur laut. SINDOnews/Okto Rizki Alpino
JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Korps Polairud Baharkam Polri, serta Direktorat Penindalan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai mengungkap lima kasus berbeda peredaran narkoba dari jalur laut.

Dari operasi tersebut tim gabungan menangkap 20 tersangka dengan total barang bukti sabu-sabu seberat 85,54 kilogram, 10 bungkus ekstasi berisi 50 ribu butir seberat 23,11 kilogram dan ganja sebanyak 29 paket seberat 30 gram.

Kepala BNN Komjen Heru Winarko mengatakan, operasi gabungan itu dilakukan di selat Malaka, selat Makasar dan perairan Sulawesi. (Baca juga; Polisi Buru Dua Pemasok Sabu ke Millen Cyrus )

"Hari ini BNN bersama dengan Ditjen Bea Cukai dan Polairud Baharkam Polri menginformasikan bahwa di awal November ini kita mmelakukan operasi gabungan dengan nama sandi Purnama (Gempur peredaran narkoba bersama)," kata Heru di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (23/11/2020).



Kasus pertama yang berhasi diungkap yakni berawal dari informasi dan data intelejen tentang pengiriman narkoba dari pantai Klebang Malaysia ke Dumai, Riau. Dari penangkapan itu tim menyita barang bukti 52 kilogram sabu-sabu.

"Melihat pergerakan speedboat yang melaju dengan kecepatan tinggi pada 5 November 2020 di sekitar Pantai Tenggayun, Bengkalis, Riau, tim langsung melakukan pengejaran," ujarnya.

Kasus kedua masih berasal dari Malaysia yang dikirim ke Kepri pada 10 November 2020. Barang bukti yang diamankan 33 kilogram sabu. (Baca juga; Polri Sita Puluhan Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi )



"Dari pengembangan petugas BNNP Kepri mengamankan SY dan rekannya berinisial AR, kemudian kembali mengamankan tersangka lainnya yaitu IH di daerah Belakang Padang," ungkapnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top