Operasi Zebra di Jakarta Barat, Pelanggaran Melawan Arus Masih Mendominasi

loading...
Operasi Zebra di Jakarta Barat, Pelanggaran Melawan Arus Masih Mendominasi
Anggota kepolisian membagikan pamflet sosialisasi Operasi Zebra Jaya 2020 kepada pengendara. Foto: SINDOnews/Isra Triansyah
JAKARTA - Operasi Zebra hari pertama di wilayah Jakarta Barat, Senin (16/10/2020), menindak 613 pelanggaran lalu lintas. Meski demikian, penindakan yang diberikan lebih kepada preemtif dan preventif.

Kasat Lantas Wilayah Jakarta Barat, Kompol Purwanta, mengatakan, dari 613 pelanggar yang terjaring, sebanyak 410 diantaranya diberikan teguran. "Sedangkan yang ditindak (tilang) ada 203 pengendara. Rinciannya 87 ditilang SIM dan 116 ditilang STNK," ujar Purwanta saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2020). (Baca juga: Hendak Menghindari Operasi Zebra, Pemotor Nyaris Tertabrak Bus AKAP)

Purwanta menuturkan, mayoritas para pelanggar yang ditilang lantaran melawan arus saat berkendara. Selain itu, ada pelanggar yang tidak mengenakan helm serta memodifikasi knalpot.

"Paling banyak melawan arus ada 86 pelanggar. Kemudian tidak pakai helm SNI dan memodifikasi knalpot masing masing 19 pelanggaran, serta ada yang berhenti melewati marka jalan," kata Kasat.





Menurut dia, secara keseluruhan jumlah pelanggar pada hari pertama Operasi Zebra 2020 menurun dibanding hari pertama Operasi Zebra 2019. Pada hari pertama Operasi Zebra 2019, terdapat 862 pelanggar, dengan rincian 712 ditilang dan 150 diberi teguran.

Operasi Zebra 2020 bakal digelar selama dua pekan hingga 8 November 2020 mendatang. Dalam operasi ini polisi menyasar pelanggar lalu lintas juga untuk mengecek protokol kesehatan lantaran saat ini masih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi.

Operasi Zebra 2020 dibarengi dengan Operasi Yustisi yang melibatkan TNI, Satpol PP, dan Dishub. (Baca juga: Polda Metro Bakal Gelar Operasi Zebra 2020 Selama Dua Pekan)



(thm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top