alexametrics

Ada Kuat Dua Cawagub DKI, Kader Gerindra di Atas Angin

loading...
Ada Kuat Dua Cawagub DKI, Kader Gerindra di Atas Angin
Dua nama kandidat cawagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dari Partai Gerindra dan Nurmansyah Lubis dari PKS yang disodorkan ke Gubernur Anies Baswedan dinilai hanya menguntungkan Partai Gerindra. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Dua nama kandidat calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dari Partai Gerindra dan Nurmansyah Lubis dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang disodorkan ke Gubernur Anies Baswedan dinilai hanya menguntungkan Partai Gerindra.

Apalagi, sosok dan track record Riza Patria lebih dikenal publik, khususnya masyarakat Jakarta ketimbang Nurmansyah. Gerindra juga dinilai akanmati-matian menggolkan calonnya dengan berbagai manuver.

“Sejak awal Gerindra memang tidak setuju jika yang menggantikan wagub Sandiaga Uno adalah kader PKS meskipun itu haknya. Dari situlah Gerindra memainkan perannya sampai kasus ini berlarut-larut dan akhirnya muncul dua nama yang bisa sangat menguntungkan Gerindra sendiri,” ujar pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin.



Kemarin Partai Gerindra mengumumkan dua nama calon wagub DKI Jakarta yang baru. Dua nama itu adalah Ahmad Riza Patria perwakilan dari Gerindra dan Nurmansyah Lubis dari PKS. Gerindra bahkan turut serta memamerkan surat persetujuan yang ditanda tangani PKS terkait dua nama baru itu.

Surat tersebut ditanda tangani dua partai pengusung, baik Gerinda maupun PKS, dari tingkat pusat sampai DKI Jakarta. Rencananya, dua nama itu akan segera diserahkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk diteruskan ke DPRD. Sayangnya pengumuman dua nama tersebut tanpa dihadiri petinggi PKS.

Menurut Ujang, dua nama yang disodorkan itu memberikan angin segar kepada Gerindra. Muhamad Taufik yang notabene ketua DPD DKI Jakarta akan berjuang mati-matian melobi fraksi lain untuk memilih cawagub yang diusungnya. “Taufik akan berjuang habis-habisan. Dia akan melobi semua fraksi kecuali PKS untuk memilih calonnya saat pemilihan nanti,” ujar Direktur EksekutifIndonesia Political Review ini.

PKS menyayangkan sikap Partai Gerindra yang mengumumkan nama cawagub DKI tanpa ada perwakilan dari PKS. Ketua DPW PKS Syakir Purnomo mengatakan, ketidakhadiran perwakilan PKS DKI Jakarta dalam pengumuman cawagub meninggalkan kesan bahwa partai pengusung Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017 tidak kompak. Dia khawatir akan muncul isu liar dalam proses pemilihan wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno di DPRD DKI. “Sangat disayangkan kalau begini. Kesannya tidak kompak. Bisa jadi muncul dugaan lain,” kata Syakir.

Dia mengakui ada pemberitahuan dari Taufik perihal pengumuman nama kandidat di Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta. Namun, pemberitahuan itu tidak secara resmi, hanya melalui pesan Whats App.

Selain itu, posisi Wakil Ketua DPRD Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi juga sedang ibadah umrah dan Ketua Fraksi PKS DPRD Arifin termasuk dirinya sudah ada agenda lain. Syakir mengaku sudah meminta Partai Gerindra untuk menunda konferensi pers sebab petinggi PKS tengah berada di luar Jakarta.

“Meskipun ada kesepakatan, tapi kan harus ada kesepakatan bersama partai pengusung untuk pengumuman dan menyerahkan bareng ke gubernur. Jangan sampai ada kekurangan berkas,” pungkasnya.

Posisi wagub DKI Jakarta kosong hampir 16 bulan sejak ditinggal Sandiaga Uno yang mengundurkan diri karena menjadi calon wakil presiden. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap dua kandidat cawagub DKI Jakarta mengikuti visi-misi. “Siapapun cawagubnya, dia harus mengikuti visi-misi 2017-2022,” kata Anies.

Dia menjelaskan, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik telah menghubungi soal surat penetapan dua kandidat baru. Dia berjanji akan langsung ditindaklanjuti agar segera diproses di tingkat DPRD DKI Jakarta.

Sebab, kata Anies, tanggungjawab gubernur itu adalah meneruskan usulan dari partai pengusung. “Pak Taufik sudah kontak, tapi saya tadi sedangmeng hadiri pengukuhan guru besar di UGM (Universitas Ga jah Mada) Yogyakarta sehingga nanti akan diantarkan,” ujarnya.

Anies mengaku selama setahun lebih tanpa sosok wakil gubernur DKI Jakarta, dia kesulitan dalam berbagi tugas. Satu diantaranya acara seremonial yang sulit untuk diwakilkan oleh anak buahnya. “Seperti yang saya sering bilang, banyak acara-acara yang lebih banyak seremonial yang tidak bisa atau sulit diwakilkan. Tapi, kalau dari sisi pekerjaan sih alhamdulillah sejauh ini berjalan denganb aik,” ucapnya.

Terkait sosok dua cawagub yang baru, Anies enggan menanggapi. Dia menilai, partai pengusung telah melakukan kajian dan perencanaan dengan baik untuk menyeleksi para kandidat. (Bima Setiyadi)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak