alexametrics

Kursi Wagub DKI Lama Kosong, Pengamat: Ganggu Pemerintahan Anies

loading...
Kursi Wagub DKI Lama Kosong, Pengamat: Ganggu Pemerintahan Anies
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Indopolling Wempy minta DPRD DKI segera memproses pemilihan wakil gubernur (wagub).
Sebab kekosongan kursi wakil gubernur dalam waktu yang cukup lama dapat mengganggu jalannya roda pemerintahan di Jakarta.

"Kekosongan Wagub DKI Jakarta yang ditinggalkan oleh Sandiaga Uno membuat Gubernur DKI Jakarta berjalan sendiri," kata Wempy saat dihubungi Sindonews, Kamis (21/11/2019). (Baca juga: DPRD DKI Enggan Bahas Wagub, Lebih Pilih Agenda ke Luar Daerah)

Menurut dia, jika posisi wagub kosong dalam jangka waktu yang lama maka bisa menyebabkan kinerja Gubernur Anies Baswedan tidak optimal.Pelayanan publik kepada masyarakat otomatis terganggu. "Hal ini tentu sangat tidak efektif dalam menjalankan roda pemerintahan," tuturnya.



Diketahui, posisi wagub DKI sudah kosong sejak Sandiaga Uno mengundurkan diri pada 27 Agustus 2018. Itu artinya sudah setahun lebih Gubernur Anies Baswedang memimpin Jakarta tanpa pendamping. (Baca juga: Setahun Menjomblo Pimpin Jakarta, Anies Ingin Segera Punya Wakil)

Saat ini sebenarnya sudah ada dua nama cagub dari PKS yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu, namun belum juga diproses. (Baca juga: Gerah Terus Ditanya soal Wagub, Anies Ingin Pansus Selesaikan Tugas)

Alih-alih mendorong dua nama yang telah diajukan oleh PKS, Gerindra malah menyodorkan empat nama baru. Keempat nama itu yakni Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantoro, Sekretaris Jenderal Gerindra Ariza Patria, dan Sekretaris Daerah
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak