alexametrics

DPRD DKI Enggan Bahas Wagub, Lebih Pilih Agenda ke Luar Daerah

loading...
DPRD DKI Enggan Bahas Wagub, Lebih Pilih Agenda ke Luar Daerah
Ketua Komisi C DPRD DKI Santoso. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta, lebih memilih agenda ke luar daerah ketimbang berkumpul untuk membahas penetapan Wakil Gubermur DKI Jakarta yang hingga saat ini tak kunjung terpilih.

Hal ini dibuktikan dengan adanya acara bimbingan teknik (Bimtek) ke pulau Dewata Bali pada 5-7 Agustus lalu. Kebalikannya, ketika diajak membahas kursi wagub, para politisi Kebon Sirih ini nampak susah berkumpul dan tidak masuk kantor dengan berbagai alasan kesibukan.

Akibat hal tersebut, kursi wagub yang dijanjikan DPRD DKI bisa terealisasi 22 Juli ternyata jadwalnya selalu mundur dan tak tahu kapan akan diselesaikan.



Ketua Komisi C DPRD DKI Santoso, tidak memungkiri terkait hal itu. Ia mengatakan, acara Bimtek di Bali hampir diikuti seluruh anggota dan pimpinan dewan.

"Kalau ke luar daerah kan, selain kita hadir untuk memenuhi tugas dan kewajiban kita sebagai wakil rakyat, kita juga bisa sekalian lihat-lihat daerah yang kita kunjungi," ujar Santoso kepada wartawan, Kamis (8/8/2019).

Sementara itu, dia tidak mengetahui mengenai alasan anggota dan pimpinan dewan untuk tidak menyudahi drama pemilihan Wagub DKI yang sudah kosong hampir 363 hari sejak di tinggal Sandiaga Uno untuk bertarung dalam pemilihan presiden 2019.

"Kalau saya sendiri sih selalu siap kapan pun bila harus diajak kumpul untuk membahas kursi wagub, tapi teman-teman yang lain khususnya para pimpinan mamang selalu saja ada alasan berhalangan hadir. Dampaknya sampai saat ini belum jelas kapan pemilihan wagub bakal digelar," ungkap Santoso.

Dihubungi terpisah, Ketua Fraksi PKB Hasbiallah, membenarkan kalau pemilihan wagub terganjal dengan kesibukan anggota dan pimpinan dewan.

"Kalau menurut saya sih, anggota dewan atau pimpinan dewan terkesan malas-malasan untuk membahas soal wagub karena ada alasan,"ujar Hasbi.

Menurut Hasbi, alasan itu bisa saja terganjal akibat nama dua Cawagub yang disodorkan ke anggota dan pimpinan dewan dirasa tidak dapat meyakinkan.

"Saya aja kurang berkenan dengan dua cawagub ini. Karena dari penilaian saya mereka kurang memahami persoalan Jakarta. Jadi itu alasan saya tak pernah tertarik untuk ikut membahas soal wagub," katanya.

Dikatakan Hasbi, sebaiknya PKS dan Gerindra menarik kembali Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto sebagai cawagub. Menggantinya dengan sosok baru.

"Saya punya keyakinan, proses pemilihan wagub akan berjalan cepat kalau cawagub yang disodorkan memenuhi kriteria untuk dipilih dewan," paparnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak