alexametrics

Rehabilitasi Dampak Puting Beliung, Pemkot Bogor Kucurkan Rp1,5 Miliar

loading...
Rehabilitasi Dampak Puting Beliung, Pemkot Bogor Kucurkan Rp1,5 Miliar
Salah satu mobil yang tertimpa pohon setelah puting beliung menerjang Kota Bogor, Jawa Barat. Foto/Istimewa/Humas Polda Jabar
A+ A-
BOGOR - Bencana puting beliung yang menerjang Kota Bogor, Kamis (6/12) menimbulkan kerusakan cukup parah terhadap infrastruktur dan permukiman warga. Untuk merehabilitasi, Pemkot Bogor mengucurkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi (Rakor) penanganan bencana di Balaikota Bogor, tercatat ada 1.672 rumah rusak; lima kendaraan tertimpa pohon, dan satu korban meninggal dunia atas nama Enny Retno,45, warga Perumahan Bukit Nirwana Residence (BNR) RW 12, Bogor Selatan, Kota Bogor. Sementara jumlah pengungsi akibat bencana angin puting beliung sekitar 400 hingga 500 Kepala Keluarga (KK).

"Data tersebut didapat dari Lurah di wilayahnya masing-masing. Ada delapan Kelurahan yang terdampak, seperti Batutulis, Lawanggintung, Pamoyanan, Cipaku, Ranggamekar, Sukasari, Baranangsiang dan Babakan Pasar. Estimasi kerusakan rumah akibat bencana puting beliung kemarin bertambah jadi 1.697 unit,” ungkapnya.

Bima menyebut, lokasi terparah ada di Kelurahan Batutulis dengan jumlah 472 unit rumah rusak, 280 unit di antaranya rusak berat. Kemudian di wilayah Pamoyanan dengan 452 unit dengan 250 di antaranya rusak berat. Lalu di Cipaku 224 unit, Babakan Pasar 178 unit, Sukasari 139, Lawanggintung 112 unit, Ranggamekar 65 unit dan Baranangsiang 55 unit.

"Saya instruksikan untuk rekan-rekan di wilayah melakukan pendataan rumah tersebut sesuai kategori, yang mana rusak berat, sedang dan ringan. Harus by name by address. Cek juga status kepemilikan tanah agar tidak terjadi masalah baru,” ujar Bima.

Menurut Bima, saat ini Pemkot Bogor memiliki anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp3,8 miliar dan Bantuan Sosial (Bansos) sekitar Rp2,2 miliar. Rencananya, Pemprov Jawa Barat akan memberikan anggaran tidak terduga sebesar Rp5 miliar untuk membantu korban bencana.

“Akan dikoordinasikan dulu terkait penggunaannya. Tapi sementara usulan bantuan Rp10 juta untuk satu unit rumah rusak berat, Rp7,5 juta rusak sedang dan Rp5 juta untuk rusak ringan. Ini baru usulan. Pemkot berencana memberikan bantuan dari biaya tidak terduga sebesar Rp 1,5 miliar,” katanya.

Menurut Bima, prioritas sekarang adalah menyediakan kebutuhan sandang, pangan, kesehatan dan kebutuhan air bersih warga. Pihaknya juga instruksikan Dinsos dan BPBD untuk membuka dapur umum. Saat ini, pemkot sudah membuka Posko Bantuan di ex PT IMI di Cipaku untuk wilayah Bogor Selatan, Kantor Kecamatan Bogor Timur di Jalan Raya Pajajaran untuk wilayah Bogor Timur, dan di Kantor Kelurahan Babakan Pasar untuk wilayah Bogor Tengah.

Bima Arya juga membuka partisipasi warga untuk meringankan beban keluarga korban bencana puting beliung berupa pakaian, baju sekolah, terpal, selimut, obat, pampers, pembalut, karpet, sembako dan bantuan tunai melalui rekening Dinsos Kota Bogor yang akan segera diumumkan.

“Karena jumlah kerusakan begitu banyak, mencapai 1.697 unit rumah yang terdampak. Saya juga mengajak organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemkot Bogor untuk menyumbangkan bantuan dengan fokus ke wilayah Bogor Selatan,” katanya.

Terpisah Kepala Stasiun Batu Tulis Joko Sugiyanto menjelaskan operasional ticketing dan kereta api berjalan seperti biasa meski listrik di sekitar wilayah Batu Tulis sempat padam. "Kami menggunakan jenset untuk memperlancar operasional stasiun,” kata Joko.

Dia menegaskan operasional kereta api tetap berlangsung hingga pemberangkatan kereta terakhir. "Kami mengawasi dan mengimbau kepada pengunjung agar jangan dekat-dekat bangunan yang rawan roboh," ucanya.

Sementara itu, Aziz Arrazi (20), salah satu anak almarhumah menceritakan kronologis kejadian yang menimpa ibunya. Menurut Aziz, saat kejadian, ibunya tengah berkendara untuk mencari takjil karena memang sedang melaksanakan puasa sunah. "Ibu lagi puasa, beliau pergi cari takjil. Kebetulan lewat Batu Tulis, hujan, dan macet. Kejadian itu, memang sudah takdir beliau, kami keluarga hanya berusaha tabah," tutunrya.

Kabar duka tentang ibunya diketahui Aziz dari chat saudaranya. Menurut dia, dari pengakuan saudaranya, aplikasi WhatsApp sang ibu diketahui memperbarui status di waktu kejadian.

Aziz mengenang sosok ibunya yang dinilai sebagai ibu yang salehah dan juga aktif dilingkup sosial. "Selain aktif di kegiatan pengajian, juga aktif di kegiatan sosial masyarakat karena merupakan istri dari Ketua RW 12," kenangnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak