alexa snippet

Tanah Sekitar TPA Cipayung Retak dan Terancam Longsor

Tanah Sekitar TPA Cipayung Retak dan Terancam Longsor
Ilustrasi. (dok/sindonews)
A+ A-
DEPOK - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Kendati sudah tidak mampu menampung sampah, kenyataannya hingga kini TPA tersebut tetap mendapat pasokan sampah.

Kondisi itu membuat gunungan sampah yang ada menjadi rawan longsor. Bahkan kini terpantau ada retakan di lokasi TPA yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan bencana longsor.

Retakan tersebut terjadi karena amblesnya tanah usai diguyur ujan deras. Kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa hari lalu.

"Tumpukannya kan sudah lama. Pas hujan kemarin ambles," kata Ninik, warga Bulak Barat kepada wartawan, Selasa (27/9/2016).

Namun dirinya mengaku kaget dengan adanya retakan yang mendekati TPA. Hal itu membuat warga kuatir jika tiba-tiba terjadi longsor sampah dan sampai menelan korban. "Ya jangan sampailah. Harusnya cepat diatasi," katanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis TPA Cipayung Iyay Gumilar mengatakan benar ada retakan di dekat TPA. Itu disebabkan oleh pergeseran tanah.

Dia menuturkan, lantaran TPA sudah overload dan tidak menampung banyak sampah maka terjadi pergeseran tanah. "Jadi karena kepenuhan dan ada tekanan dari atas. Sampah pun akhirya terdorong," ungkapnya..

Walikota Depok Idris Abdul Shomad mengatakan, saat ini sedang dilakukan proses perbaikan. Pihaknya mengaku sudah melihat dan cek langsung. "Untuk anggaran perbaikannya mencapai Rp11 miliar," katanya.

Menurutnya permasalahan sampah tidak lepas dari bertambahnya jumlah warga. Untuk itu sejak awal tahun TPA ini sudah dibenahi. Ada sekitar enam alat berat yang nantinya digunakan untuk pemerataan.

Pihaknya juga akan membangun bufferzone di sekitar TPU, namun hal tersebut masih dalam kajian. "Masih dikaji konsepnya seperti apa. Memang  ada anggaran untuk pembelian lahan baik di Cipayung dan Pasir Putih untuk bufferzone ini," katanya.



(ysw)
loading gif
Top