TPA Cipayung Penuh, Pemkot Depok Akan Olah Sampah Jadi Bahan Bakar

loading...
TPA Cipayung Penuh, Pemkot Depok Akan Olah Sampah Jadi Bahan Bakar
Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Foto: SINDOnews/Dok
DEPOK - Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung saat ini sudah melebihi kapasitas atau overload. TPA tersebut sudah tidak bisa lagi menampung sampah warga Kota Depok.

Kepala UPTD TPA Cipayung Ardan mengatakan, saat ini kondisi TPA Cipayung sudah overload. Setiap harinya sampah di Kota Depok mencapai 1.565 ton. Namun sampah yang dapat masuk ke TPA Cipayung hanya berkisar 934 ton.

“Hanya 934 ton sampah yang dapat masuk ke TPA CIpayung. Sampah organik dapat ditampung di TPS di wilayah Kota Depok untuk dijadikan pupuk,” ujarnya, Sabtu (23/1/2020).

Baca juga: Kota Bandung Kembangkan Sistem Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Informasi



Tingginya volume sampah di Kota Depok membuat pihaknya mau tidak mau harus mencari cara untuk mengurangi kapasitas sampah ke TPA Cipayung. Apalagi TPA Cipayung hanya memiliki luas sekitar 10 hektare, dimana 4,5 hektare dijadikan tempat penampungan sampah.

“Lahan yang digunakan untuk untuk menampung sampah seluas 4,5 hektare dan sisanya keperluan lain dan pengelolaan sampah,” bebernya.

Menurut Ardan, untuk mengurangi beban sampah di TPA Cipayung, Pemerintah Kota Depok akan membuat sampah menjadi bahan bakar produksi menggunakan metode Refuse Derived Fuel (RDF). Apabila tidak ada aral melintang, rencananya tersebut akan dilaksanakan pada 2022.



“Nantinya sampah akan dijadikan bahan bakar produksi yang akan bekerja sama dengan salah satu pabrik semen di wilayah Bogor,” ucap Ardan.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top