Jelang PSBB, DKI Pastikan Stok Pangan Bagi Warga Jakarta Aman

loading...
Jelang PSBB, DKI Pastikan Stok Pangan Bagi Warga Jakarta Aman
Jelang PSBB, DKI Pastikan Stok Pangan Bagi Warga Jakarta Aman
A+ A-
JAKARTA - Pangan merupakan kebutuhan penting yang harus selalu ada dalam setiap kondisi, apalagi menjelang penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta. Meski begitu, melalui DinasKetahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan stok pangan bagi warga Ibu Kota selama PSBB.

Kelapa Dinas KPKP Darjamuni mengatakan, hasil pemantauan di lapangan oleh petugas, stok pangan yang ada di pasar tradisional dan swalayan tetap tersedia dan beberapa komoditas pangan seperti gula pasir, beras, minyak goreng dan mi instan. Namun, kata dia, pembeliannya dibatasi guna menghindari panic buying.

"Guna memberikan kemudahan untuk mendapatkan pangan saat pandemi Coidv-19 ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Pasar Jaya, dan PD. Dharma Jaya, dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) memberikan pelayanan online, warga cukup melakukan pemesanan melalui aplikasi maka pangan sesuai pesanan akan diantar ke rumah," kata Darjamuni saat dihubungi, Kamis (9/4/2020).

Sedangkan, di lain pihak Badsan Usaha Logistik (Bulog) Divisi Regional DKI Jakarta Banten dan pelaku usaha pangan juga menawarkan hal yang sama yaitu pembelian online. "Pembelian online merupakan pilihan tepat sejalan dengan himbauan Pemerintah untuk tidak melakukan aktifitas diluar rumah saat pandemi Covid-19 ini," lanjutnya.

Terkait PSBB, menurut dia, keberadaan pangan menjadi sangat penting. Bagi warga miskin dan rentan miskin Pemprov DKI Jakarta akan memberikan bantuan pangan langsung kepada masyarakat tersebut. "Distribusi akan disalurkan langsung ke RW-RW di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan dengan melibatkan aparat dan para kolaborator," kata Darjamuni.

Pemberian bantuan pangan dimaksud diharapkan dapat menjamin kebutuhan dan kecukupan pangannya saat status PSBB diterapkan. Masyarakat tetap tinggal di rumah dan bahan pangan akan langsung diantar oleh petugas pengantar. (Baca juga:Situs Pemantau Virus Corona Pemprov DKI Jakarta Diserang Hacker)

Selain bantuan pangan di atas, Distribusi pangan bersubsidi untuk masyarakat tertentu juga akan dilakukan secara online, PT. Food Station Tjipinang Jaya dan PD. Dharma Jaya menjamin ketersediaan stoknya, sedangkan Perumda Pasar Jaya berkolaborasi dengan ojek online (ojol) akan mendistribusikan kepada para penerima manfaat pangan bersubsidi.

Pemprov DKI Jakarta menjamin ketersediaan pangan, untuk itu warga Jakarta tidak perlu kuatir. Karena Pemprov melalui BUMD, Bulog, dan para pelaku usaha pangan telah berkolaborasi untuk mendukung kecukupan pangan bagi warga Jakarta. “Distribusi pangan dari luar Jakarta dan di dalam Ibu Kota dijamin oleh pemerintah dan selama PSBB diberlakukan urusan pangan tidak ada pembatasan dalam proses pengadaan dan distribusinya, sehingga pangan di Jakarta dipastikan tersedia dan aman," tegas Darjamuni.

Sebagai gambaran ketersediaan stok pangan di DKI Jakarta saat ini sebagai berikut:

1. Beras. Beras masuk di Jakarta melalui Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dan PT. Food Station Djipinang Jaya setiap hari kurang lebih 3.000 ton. Stok Beras yang ada saat ini di Bulog, PT Food Station Tjipinang Jaya dan Pasar Induk Beras Cipinang saat ini sekitar 254.891 ton. Untuk persiapan Ramadhan dan Idul Fitri PT Food Station Tjipinang Jaya merencanakan stok sebanyak 25.000 ton, PIBC 200.000 ton dan Bulog 220.000. Artinya DKI Jakarta akan memiliki stok beras sebanyak 445.000 ton. Cukup untuk 5 bulan kedepan.

2. Gula pasir, saat ini pemerintah telah membuka keran impor RAW SUGAR yang akan diolah menjadi gula pasir konsumsi, pada bulan Maret 2020 gula pasir lokal telah masuk ke Jakarta. PT. Food Station Tjipinang Jaya dan Bulog hingga Idul Fitri 2020 telah mempersiapkan stok Gula Pasir sebanyak 5.733 ton. Stok tersebut ditambah dengan stok gula yang ada di distributor maka Gula Pasir di Jakarta hingga Idul Fitri 2020 dijamin aman.

3. Daging sapi, kebutuhan daging sapi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri diperkirakan juga meningkat, PD Dharma Jaya memiliki kuota import Daging Sapi Australia, dengan stok yang ada di Importir/Distributor Daging Sapi dan Bulog (daging kerbau), kebutuhan daging sapi hingga Idul Fitri dijamin aman. Stok tersedia saat ini 9.808 ton

4. Minyak goring, stok minyak goreng yang ada di BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya, Bulog, dan Distributor Minyak Goreng jumlahnya cukup untuk kebutuhan warga Jakarta hingga Idul Fitri 2020. Pantauan petugas di Pasar Tradisional dan pasar Swalayan stok minyak goreng melimpah

5. Telur ayam, bawang merah, cabai, sayuran dan buah buahan, kondisinya tidak dapat distok. Untuk itu keberadaan pasokan sangat tergantung dengan kelancaran distribusinya dari daerah produsen.

Terkait hal itu, ketersediaan selama PSBB dan persiapan Ramadhan dan Idul Fitri dijamin aman. BUMD pangan DKI Jakarta (PT. Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Pasar Jaya, PD. Dhaarma Jaya) telah melakukan kontrak farming (B to B) dengan para petani atau gapoktan dari berbagai daerah produsen pangan.

Hal itu juga didukung oleh para pelaku usaha pangan yang juga memiliki link perdagangan pangan segar dengan petani dan para pedagang pangan didaerah produsen. "Dengan jaminan Pemerintah dan dukungan Kepolisian maka distribusinya akan lancar dan aman ke Jakarta," tutup Darjamuni.

(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top