alexametrics

Setahun, Sekuriti di Pagedangan Cabuli Bocah Sebanyak 30 Kali

loading...
Setahun, Sekuriti di Pagedangan Cabuli Bocah Sebanyak 30 Kali
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Sekuriti pedofil di kawasan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, ternyata sudah melakukan aksi cabulnya sebanyak hampir 30 kali terhadap seorang korbannya.

Total bocah yang menjadi korban pedofil dari sekuriti berinisial S tersebut juga dilaporkan ada sekitar 4 orang. Pelaku kerap melakukan aksi bejatnya tersebut bergiliran di dalam rumah kontrakannya, di wilayah Pagedangan.

Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan mengatakan, sekuriti S memiliki kelainan seksual terhadap anak laki-laki. Namun, dari seluruh korbannya tidak ada yang penetrasi. (Baca juga: Ini Wajah 8 Pemerkosa ABG 16 Tahun di Tangsel hingga Tewas)

"Dari data yang ada pada kami, hanya 4 orang atau anak. Jadi yang bersangkutan orientasi seksualnya terhadap laki-laki dan anak-anak," kata Iman kepada SINDOnews di Mapolres Tangsel, Serpong, Senin (13/7/2020).



Anak-anak itu dicabuli secara terpisah, tidak bersama-sama. Mereka awalnya diajak bermain games di handphone milik tersangka. Lalu, diajak untuk menonton film porno. (Baca juga: Infeksi di Mulut Rahim Jadi Penyebab Tewasnya Gadis yang Diperkosa 8 Remaja)

"Anak-anak itu dibujuk dengan main game di HP dan diajak nonton video porno dan lalu dilakukan pencabulan dengan memainkan alat kelamin. Terpisah-pisah. Ada satu anak yang sudah 30 kali dicabuli," sambungnya.



Aksi pedofil pelaku telah dilakukan selama 1 tahun dan baru terbongkar akhir-akhir ini setelah ada anak yang bercerita kepada orang tuanya. Anak-anak itu merasa takut bercerita apa yang telah dialaminya tersebut.

"Ada satu anak yang sudah dilakukan 30 kali. Aksi pelaku sudah 1 tahun dilakukan. Kepada anak-anak korban pedofil ada pendampingan psikolog dari TP2TPA (Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kabupaten," tukasnya.
(mhd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak