Keren! Pemerintah Laos Belajar Pengolahan Limbah Tinja ke Depok

Jum'at, 09 Desember 2022 - 11:01 WIB
loading...
Keren! Pemerintah Laos Belajar Pengolahan Limbah Tinja ke Depok
Wali Kota Depok Mohammad Idris. Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama
A A A
DEPOK - Pemerintah Kota Depok menerima kunjungan dari delegasi negara Laos dan Fecal Sludge Management Alliance (FSMA). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka melihat pengelolaan limbah tinja di UPTD Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPLT).

“Pada dasarnya kami sambut baik kunjungan ini, meskipun masih ada kekurangan, salah satunya alat penyaring sampah untuk ke kolam, belum ada,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Jumat (9/12/2022).

Secara umum, Laos menilai Indonesia adalah panutan dalam sanitasi atau pengelolaan lumpur tinja secara komprehensif. Dikatakan Idris, Kota Depok dipilih karena pengelolaan limbah IPLT berteknologi modern, tidak manual lagi.

Namun, kata dia, masih ada kekurangan dalam pengolahan yang disebabkan terbatasnya anggaran. Baca juga: IPLT Nipa-Nipa dan UPTD PAL Makassar Jadi Percontohan 4 Daerah

”Di sini ada pakar-pakarnya dalam pengelolaan limbah, jadi fair dalam penyampaian informasi, sehingga mereka bisa benar-benar belajar dari Indonesia khususnya Depok,” ujarnya.

Regional Director Indonesia FSMA Budi Dermawan menambahkan, delegasi Laos melakukan pengamatan dan memilih sendiri kota-kota target kunjungan dan studi, termasuk Kota Depok.

Dikatakan, kondisi sanitasi Laos belum terlalu canggih dan ingin belajar tentang pengelolaan di Kota Depok. ”Beberapa di antaranya adalah terkait teknologi, manajemen, keuangan termasuk tarif, kelembagaan, sektor swasta dan dukungan pemerintah daerah,” katanya.



Para delegasi melakukan diskusi dengan para pakar yang ada. Mereka juga melihat fisik dan studi soal positif dan negatif dari pengelolaan limbah tinja. Baca juga: Mendulang Untung dari Limbah Harta Karun

“Untuk tindak lanjutnya, situasional. Bisa saja ada kunjungan balasan yang mana pihak Laos mengundang tim dari Indonesia untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah sanitasi di Laos,” pungkasnya.
(ams)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2302 seconds (10.177#12.26)