alexametrics

Pengguna Commuter Line! Dirut PT KAI Minta Maaf Atas Fenomena Antrean Mengular di Stasiun

loading...
Pengguna Commuter Line! Dirut PT KAI Minta Maaf Atas Fenomena Antrean Mengular di Stasiun
PT Kereta Api Indonesia (Persero) meminta maaf kepada masyarakat pengguna layanan KRL Commuter Line atas antrean mengular di beberapa stasiun. Foto: Dok SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) meminta maaf kepada masyarakat pengguna layanan KRL Commuter Line di masa PSBB Transisi. Pasalnya, upaya pencegahan Covid-19 mengakibatkan antrean mengular di beberapa stasiun.

"Antrean kami buat semata-mata untuk mematuhi kebijakan physical distancing baik di stasiun maupun kereta dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19," ujar Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo, Senin (6/7/2020).

Pantauan pagi tadi antrean mengular terjadi di Stasiun Bogor. Hal ini disebabkan meningkatnya jumlah penumpang KRL yang tak sesuai dengan kapasitas KRL. Kepadatan di pagi itu tak terhindarkan. (Baca juga: Penumpang Membeludak Sejak Pukul 04.00 WIB, PT KCI Sebut Sudah Seperti Normal)

Hingga pukul 10.00 WIB tercatat 166.044 pelanggan KRL atau meningkat 7 persen dibanding periode yang sama pada pekan lalu, Senin (29/6/2020) sebanyak 155.555 pelanggan.



Di sisi lain, masyarakat berbarengan ke stasiun untuk berangkat ke Jakarta sekitar pukul 06.00-08.00 WIB. "KAI mengimbau agar masyarakat menghindari jam sibuk untuk berangkat ke Jakarta dengan menggunakan KRL,” ucapnya.

Didiek juga meminta seluruh instansi, pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan swasta untuk mengatur jam kerja pegawainya agar kepadatan di KRL dapat dikurangi.



KAI sudah maksimal mengoperasikan KRL dimana jumlah yang dioperasikan sebanyak 947 perjalanan atau mencapai 95 persen dari 991 perjalanan yang reguler dijalankan pada masa normal sebelum pandemi. (Baca juga: Antrean Penumpang di Stasiun Bogor, Bima Arya Nilai Shift Kerja Tak Berjalan)
(jon)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak