Daftar Kapolda Metro Jaya yang Langsung Pensiun, Nama Terakhir Pernah Kapolda Jatim

Jum'at, 14 Oktober 2022 - 17:35 WIB
loading...
Daftar Kapolda Metro Jaya yang Langsung Pensiun, Nama Terakhir Pernah Kapolda Jatim
Polda Metro Jaya merupakan satu-satunya kepolisian daerah berstatus Tipe A Khusus (A-K). Polda Metro Jaya dipimpin Irjen atau bintang dua. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Polda Metro Jaya merupakan satu-satunya kepolisian daerah berstatus Tipe A Khusus (A-K). Polda Metro Jaya dipimpin Inspektur Jenderal (Irjen) atau bintang dua.

Baca juga: Deretan Kapolda Metro Jaya yang Jago Memberantas Terorisme

Menjabat sebagai Kapolda di wilayah Ibu Kota Negara, jelas memiliki peluang karier yang cukup menjanjikan. Jabatan Kapolda Metro Jaya menjadi batu lonjatan strategis untuk menduduki jabatan tinggi di tubuh Polri.

Karena itu, tak jarang Kapolda Metro Jaya naik menjadi bintang 3, dan bahkan banyak yang menduduki posisi Kapolri. Namun, dari 39 orang yang pernah menjabat Kapolda Metro Jaya, terdapat beberapa nama yang menutup karier di sana. Artinya, mereka memasuki masa pensiun setelah menjabat Kapolda Metro Jaya.

Baca juga: 3 Mantan Kapolda Metro Jaya yang Memiliki Deretan Brevet Terbanyak

Data riset Litbang SINDOnews, paling tidak terdapat 2 jenderal polisi yang langsung pensiun setelah selesai masa tugas sebagai Kapolda Metro Jaya. Keduanya yakni Mayjen Pol (Purn) Mochammad Poedy Sjamsoedin, dan Irjen Pol (Purn) Untung Suharsono Radjab.

1. Mayor Jenderal Polisi (Purn) Mochammad Poedy Sjamsoedin

Daftar Kapolda Metro Jaya yang Langsung Pensiun, Nama Terakhir Pernah Kapolda Jatim


Mochammad Poedy Sjamsoedin lahir 1 Maret 1935 dan meninggal dunia 24 September 1999. Ia menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya periode 17 Juni 1986 – 20 September 1989. Ia kemudian pensiun 21 April 1990.

Namun, setelah pensiun Mayjen Poedy Sjamsoedin tetap berkarier sebagai birokrat. Ia awalnya menjadi Staf Ahli Bidang Perlindungan dan Pengamanan Kehutanan (1990-1992). Lalu menjabat sebagai Inspektur Jenderal Departemen Kehutanan dari tahun 1992 hingga 1994.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1502 seconds (10.177#12.26)