alexametrics

Jawara dan Ormas Jabodetabek-Banten Bentuk Laskar Ganyang Komunis

loading...
Jawara dan Ormas Jabodetabek-Banten Bentuk Laskar Ganyang Komunis
Pasukan Siaga Ganyang Komunis yang terdiri dari berbagai omas Jabodetabek-Banten resmi dikukuhkan di Lapangan Ahmad Yani, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2020) .Foto/SINDOnews/Okto Rizki Alpinosiang.
A+ A-
JAKARTA - Pasukan Siaga Ganyang Komunis yang terdiri dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas) Jabodetabek-Banten resmi dikukuhkan di Lapangan Ahmad Yani, Jalan Praja, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2020) siang. Acara tersebut diawali dengan kegiatan apel siaga yang didominasi oleh para jawara.

Pantauan SINDOnews.com, apel diikuti sekitar ratusan peserta yang terdiri dari kesatuan tempur dari masing-masing ormas. Setelah dibuka oleh inspektur upacara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran yang dibacakan Ustaz Harun dan ditambah doa keselamatan negara.

Meski berada di bawah teriknya sinar matahari, Pasukan Ganyang Komunis tetap bersemangat untuk mengikuti apel tersebut. Sebab, pasukan yang telah dikukuhkan pada hari ini merupakan garda terdepan dalam menyelamatkan NKRI dari Komunis dan orang terdepan dalam menolak semua butir rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Negara (HIP).(Baca: Ratusan Massa Apel Anti Komunis Mulai Padati Lapangan Ahmad Yani)

Setelah pembacaan doa, dari Lapangan Ahmad Yani bergema takbir yang menegaskan bahwa Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah."Jangan mau ditukar dengan apapun itu, apalagi dengan gotong royong," ujar pembaca doa dari panggung komando.

Terakhir, Apel Siaga Ganyang Komunis ditutup dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sayup-sayup lantunan Indonesia Raya dikumandangkan dalam apel pada hari ini sebagai pengingat bahwa Indonesia adalah Pancasila yang merupakan warisan ulama dalam merebut kemerdekaan Indonesia "Tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad utusan Allah, Pancasila wajib kita jaga dari penista agama,".
(hab)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak