Peringati 22 Tahun Perkampungan Budaya Betawi, Wagub DKI Kenang Sosok Bang Maing

Sabtu, 17 September 2022 - 08:01 WIB
loading...
Peringati 22 Tahun Perkampungan Budaya Betawi, Wagub DKI Kenang Sosok Bang Maing
Warga setempat beraktifitas di kawasan wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta. Foto/SINDOnews/Isra
A A A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk menteladani sosok Bang Maing. Hal itu disampaikan Ariza dalam Refleksi 22 Tahun Perkampungan Budaya Betawi (PBB) dan penandatanganan prasasti Kampung Ismail Marzuki.

Menurut Ariza, acara yang digelar di Gedung Serbaguna Unit Pengelola Kawasan PBB Jagakarsa, Jakarta Selatan itu, diharapkan mampu menjadikan momentum mengepakkan sayap agar budaya betawi terus melangkah maju. Baca juga: Sosok Pahlawan Nasional MH Thamrin, Crazy Rich Betawi yang Lantang Membela Rakyat Kecil

”Budaya Betawi harus terus dikembangkan. Untuk itu, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan perlu terus berbenah diri agar lebih lengkap dan lebih baik lagi. Jadikan Perkampungan Budaya Betawi ini sebagai laboratorium budaya,” kata Ariza, Minggu (17/9/2022).

Ariza menambahkan, perkampungan ini bisa menjadi destinasi pariwisata budaya, bukan hanya lokal tapi juga mancanegara. Nilai-nilai budaya Betawi yang terbuka, egaliter, demokratis, Islami serta humoris yang terus dikembangkan.



”Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan milik kita bersama, harus kita isi, jaga dan terus kita kembangkan baik untuk warga sekitar maupun masyarakat di luar. Kita semua bertanggung jawab untuk kelangsungan pelestarian,” ujarnya.

Ariza berharap sosok Ismail Marzuki menjadi inspirator dan membawa contoh dan teladan bagi seluruh generasi kini dan mendatang. Baca juga: Sejarah Terbentuknya Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan

”Kita bisa berbuat dari sisi mana saja sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing. Seperti Bang Maing yang berjuang dengan menggelorakan lagu-lagu hasil karyanya, memberi semangat untuk kemerdekaan,” imbuhnya.

Perkampungan Budaya Betawi tercantum dalam Perda Nomor 3 Tahun 2005, lahir pada 15 September. Perkampungan ini merupakan perkampungan yang berisikan keanakeragaman budaya Betawi yang bertujuan melestarikan mengembangkan budaya Betawi.
(ams)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2128 seconds (11.97#12.26)