Polisi Gerebek Lokasi Judi Berkedok Warung Jamu di Jakarta Utara, 6 Orang Dibekuk

Minggu, 04 September 2022 - 10:28 WIB
loading...
Polisi Gerebek Lokasi Judi Berkedok Warung Jamu di Jakarta Utara, 6 Orang Dibekuk
Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan serangkaian penggerebekan tempat judi online dan togel di kawasan Jakarta Utara. Foto: SINDOnews/Yohannes Tobing
A A A
JAKARTA - Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan serangkaian penggerebekan tempat judi online dan togel di kawasan Jakarta Utara. Salah satunya tempat perjudian berkedok warung jamu.

"Pada hari Selasa 30 Agustus 2022 di dalam warung jamu yang beralamat di Jalan Muncang, Lagoa, Jakarta Utara dengan tersangka berjumlah 6 orang keseluruhannya adalah laki-laki inisial yang pertama GKD (57)," ujar Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kompol Yunita Natalia Rungkat, dalam keterangannya, Minggu (4/9/2022).

Baca juga: Kapolda Metro Minta Jajarannya Jalankan Perintah Kapolri Berantas Perjudian

Menurut Yunita, Ttersangka GKD selama ini sudah sering menggunakan warung jamu tersebut sebagai lokasi transaksi ataupun pemasangan nomor togel oleh para pelaku.



Selanjutnya, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penggrebekan judi online di beberapa tempat di Jakarta Utara dengan kurun waktu yang berbeda.

"Pada Kamis 25 Agustus 2022 (penggerebekan) di Jalan Jembatan Dua Sinar Budi Nomor 29, RT 004/RW 004, Kelurahan penjagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara," kata Yunita.

Baca juga: Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Akan Dikurung karena Terima Uang Judi Online

Selanjutnya, pada Sabtu (27/8/2022) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penggerebekan perjudian di dua lokasi di Jalan Sukarela, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Kemudian pada Senin (29/8/2022) penggerebekan lokasi perjudian dilakukan di Kalibaru.

Modus operandi para tersangka yakni menerima pasangan angka kemudian memasangkannya melalui situs judi jitu 100.

Dari pengungkapan baik judi togel dan judi online ini, polisi mengamankan sejumlah tersangka dan barang bukti berupa uang tunai Rp3.622.000, 5 buah pulpen, 1 buah tas warna hitam, 2 buah kartu ATM, dan lembaran kertas print out bukti transfer.

Atas perbuatannya, polisi menjerat tersangka Pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun.
(thm)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1739 seconds (11.97#12.26)