Banyak Rokok Ilegal di Bekasi, Masyarakat Diminta Tidak Ikut Konsumsi

Kamis, 04 Agustus 2022 - 08:45 WIB
loading...
Banyak Rokok Ilegal di Bekasi, Masyarakat Diminta Tidak Ikut Konsumsi
Pemerintah minta masyarakat tidak menghisap rokok ilegal. Karena, hal itu tidak menambah pendapatan daerah (PAD). Foto: Ilustrasi/SINDOphoto
A A A
BEKASI - Maraknya peredaran rokok illegal di Kota Bekasi membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat turun tangan. Salah satu caraknya yakni mengundang partisipasi masyarakat agar tak ikut-ikut menyebarkan dan mengkonsumsi rokok illegal itu.

“Terutama di daerah Bekasi yang paling banyak beredar rokok ilegal di Bekasi ini. Maka saya datang ke Bekasi menyampaikan kepada masyarakat, tolong bantu pemerintah supaya sama-sama menggempur rokok ilegal bersama dengan Pemkot Bekasi,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Rabu 3 Agustus 2022.

Dia mengimbau, bagi pedagang yang menjual rokok illegal itu untuk berheti. Karena dengan begitu, kata dia, masyarakat sudah membatu Pemerintah dalam memberantas rokok illegal. Baca juga: Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bakal Suburkan Rokok Ilegal

“Siapa yang menyebarkan tolong berhenti, siapa yang menjual tolong berhenti, siapa yang merokok rokok ilegal tolong berhenti,” ungkapnya.

Peredaran rokok ilegal di Kota Bekasi cenderung tinggi dan mengganggu pendapatan daerah. Di sisi lain, peredaran rokok ilegal tak membantu pendapatan daerah sehingga tidak membantu pemerintah.

“Kami membutuhkan dana tambahan, maka salah satu solusinya adalah kami mencari hal-hal yang dianggap layak dan legal,” jelas dia.

“Maka DBHCHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakan), adalah salah satu prioritas kami, sementara akhir-akhir ini DBHCHT banyak terganggu dengan lahirnya atau beredarnya rokok ilegal, di Jawa barat,” tambah Uu.

Sejauh ini, kata dia, pengawasan terhadap rokok ilegal masih kucing-kucingan antara pedagang dan aparat. Penjual rokok ilegal disebutnya diketahui hanya oleh yang konsumsi dan penjualnya sendiri.



“Memang sekarang masih kucing-kucingan dengan para penjual, karena tidak disimpan di etalase, tapi sudah tahu sama tahu. Tadi barusan dari pihak Kasatpol PP, ada yang dijual di tempat tukang cukur, ada di tempat yang lain, tidak ada pelang, tetapi tahu sama tahu bahwa disitu ada rokok ilegal,” tuturnya.

Uu tak menampik harga rokok ilegal yang murah memang diminati masyarakat menengah ke bawah. Namun dia tetap meminta masyarakat untuk turut tak mengonsumsi.

“Betul, memang sangat menguntungkan karena memang harga. Tetapi kalau itu melanggar aturan, sekalipun sangat menguntungkan, kan tidak boleh. Sedangkan di sini ada aturan bagi masyarakat, tidak boleh melanggar negara, tidak boleh melawan negara,” tegas dia.

“Akan berakibat pada kita semua, jangan terlalu lama dalam jalur nista, suatu saat akan kena nespata, yang lurus-lurus saja lah kita,” tutupnya. Baca juga: Bea Cukai Tetap Gaungkan Gempur Rokok Ilegal
(mhd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1276 seconds (10.101#12.26)