Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Bogor, 1 Orang Tewas den 172 Orang Mengungsi

Kamis, 23 Juni 2022 - 18:46 WIB
loading...
Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Bogor, 1 Orang Tewas den 172 Orang Mengungsi
Seorang warga meninggal dunia dan satu lainnya hilang dalam peristiwa banjir dan tanah longsor di Desa Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 22 Juni 2022 kemarin.Foto/Istimewa/BNPB
A A A
BOGOR - Seorang warga meninggal dunia dan satu lainnya hilang dalam peristiwa banjir dan tanah longsor di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor , pada Rabu, 22 Juni 2022 kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, telah menemukan jasad korban dalam kondisi tertindih material, setelah diduga terseret arus banjir bandang.

"Satu warga yang masih dinyatakan hilang hingga saat ini masih dalam pencarian," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (23/6/2022).

BPBD Kabupaten Bogor mencatat, sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan 52 KK/172 jiwa terpaksa harus mengungsi. Bencana banjir bandang dan tanah longsor itu juga menyebabkan 18 unit rumah rusak berat, 2 unit rumah rusak ringan dan 4 jembatan putus.

"Hasil laporan visual dari lapangan menunjukkan bahwa tim gabungan harus berupaya melewati lereng sungai yang mengalami longsor untuk mencapai titik lokasi permukiman warga terdampak. Sulitnya medan yang dilalui menjadi kendala dalam proses evakuasi dan kaji cepat," tuturnya. Baca: 2.407 Warga Terdampak Banjir Bandang Leuwiliang Bogor

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hari ini mengeluarkan peringatan dini cuaca yang mana hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Bogor hingga Jumat (24/6/2022).

BNPB mengimbau kepada pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat dapat melakukan segala upaya yang merujuk pada mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan seperti normalisasi sungai, susur sungai, pembersihan sungai dari sumbatan sampah, sosialisasi kepada masyarakat dan memantau perkembangan cuaca secara berkala.

Untuk masyarakat yang tinggal di sekitar lereng tebing dan bantaran sungai lebih meningkatkan kewaspadaan.

(hab)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2397 seconds (10.55#12.26)