alexametrics

PT BBWM: Tak ada uang yang keluar dari perusahaan

loading...
PT BBWM: Tak ada uang yang keluar dari perusahaan
Ilustrasi. (Dok. Istimewa)
A+ A-
Sindonews.com - Humas PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) Hilaluddin Yusri menegaskan, tidak ada data yang ditutupi. Pasalnya, semua data perusahaan diauditor oleh pihak independen atau auditor negara seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Saya yakin sangat tidak mungkin ada uang yang keluar dari perusahaan yang tidak terdaftar. Karena semua itu akan diaudit," katanya saat ditemui wartawan di bekasi, Kamis 14 November 2013.

Maka itu, Hilaluddin menjelaskan, setoran PT BBWM di tahun 2013 sebesar Rp30,6 miliar. Hal itu berdasarkan, top up dari yang ditargetkan awal sebesar Rp28 miliar.



Ketika ditanya besaran gas dan pendapatan perusahaan daerah, ia memaparkan, kalau soal berapa jatah gas dan berapa pendapatan PT BBWM dari produksi tersebut. Tambahnya, itu tertuang dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT BBWM dengan PT Pertamina EP, dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) PT BBWM dengan PT Odira Energy.

"Kalau ditanya berapa besarannya, saya yakin bapak dewan lebih tahu dari saya, karena PKS PT BBWM dan PT Odira Energy itu sudah dibuat sejak dimulainya pengelolaan kilang. Adapun jatah penerimaan harian (jph) gas BBWM dari Pertamina, setahu saya kalau enggak salah sekarang itu adalah 6 mmscf/day," ungkapnya.

Sekadar diketahui, hasil data setoran PAD Kabupaten Bekasi dari PT BBWM sejak 2006 hanya Rp1,25 miliar. Pada tahun 2007 kembali menyetor ke kas daerah sebesar Rp6,8 miliar. Lalu angka setoran di tahun 2008 meningkat menjadi Rp7,8 miliar. "Ini sangat janggal, harus diaudit oleh KPK," paparnya.

Sedang 2009 menjadi Rp20,5 miliar dan Di tahun 2012 kembali disetorkan hanya Rp24 miliar dan tahun 2013 naik menjadi Rp26 miliar. PT BBWM dan PT Odira Energy membuat perjanjian kerja sama dengan sistem BOT sejak tahun 2004 dengan perjanjian mulai beroperasi sejak 2006 dan berakhir di 2016 mendatang.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak