Obituari Helmi Syarif, Wartawan Senior Koran Sindo dan Sindonews yang Humanis

Sabtu, 11 Juni 2022 - 09:59 WIB
loading...
Obituari Helmi Syarif, Wartawan Senior Koran Sindo dan Sindonews yang Humanis
Wartawan senior Koran SINDO dan SINDOnews Helmi Syarif. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Duka menyelimuti keluarga besar Koran SINDO dan SINDOnews. Jumat (10/6/2022) kemarin, sekitar pukul 22.40 WIB, Helmi Syarif berpulang ke pangkuan Ilahi di Kartika Pulomas Hospital, Jakarta Timur.

Wartawan senior ini tutup usia setelah dua tahun penuh berjuang melawan penyakit gagal ginjalnya, termasuk harus menjalani cuci darah dua kali seminggu. Namun, hal itu tak menyurutkan dia untuk tetap bertugas sebagai penulis berita.

Cumi, demikian panggilan akrab almarhum, sehari-hari bertugas di Polda Metro Jaya dan Jakarta Selatan untuk meliput pemberitaan hukum dan kriminal untuk desk Megapolitan SINDO. Tak ayal, Helmi sempat menjadi Ketua Pokja Wartawan Polda Metro Jaya.

Almarhum adalah wartawan tulen, sejak menyelesaikan kuliah di Universitas Gunadarma Depok, dia langsung terjun ke dunia jurnalistik. Sebelum bergabung di Koran SINDO, Helmi sempat bertugas sebagai reporter di Koran Lampu Merah. Baca juga: Adam Prawira, Pemimpin yang Berdedikasi dan Mengayomi

Kepergian Helmi meninggalkan duka yang begitu mendalam bagi pewarta di Jakarta. Tidak lain hal itu karena dalam kesehariannya, Helmi adalah sosok yang periang dan dikenal luwes dan menjadi panutan bagi kalangan pewarta.

Helmi bergabung di Koran Sindo tahun 2006. Dia mengisi halaman Metro dan meliput di sejumlah wilayah di Jakarta. Dia dikenal lihai dalam berkomunikasi dan bergaul. Dia pun menjadi andalan Koran Sindo untuk mencari sumber informasi yang akurat dan terpercaya.

Pria kelahiran 16 September 1980 ini, cukup lama berinteraksi dengan sejumlah pejabat di Polda Metro Jaya. Kepiawaian Helmi dalam meracik data kerap menghasilkan berita yang menarik. Di tangannya, berita-berita kriminal sering menjadi bombastis.

Helmi dikenal memiliki kepedulian tinggi di kalangan teman-temannya. Saat ada yang kesulitan, dia langsung datang memberikan bantuan. Ketika berkumpul, suasana pun menjadi ramai dan hangat.

Selalu ada cerita lucu yang diberikan oleh sosok Helmi dalam perkumpulan. Di Megapolitan, Helmi adalah Bapak Arisan. Dia yang selalu menginisiasi untuk berkumpul dan guyub.

Perjuangan Helmi melawan penyakit yang dideritanya menjadi contoh bagi kita semua untuk tetap semangat dan tetap bisa berkarya. Helmi memang sudah meninggalkan kita semua yang mengenalnya. Namun semangatnya akan tetap ada dirasakan. Selamat jalan Helmi. Semoga Allah berikan tempat terbaik.
(ams)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1497 seconds (11.252#12.26)