Asal Usul Nama Matraman dan Kisah Penyerangan Batavia oleh Pasukan Sultan Agung

Rabu, 02 Februari 2022 - 06:38 WIB
loading...
A A A
Diceritakan bahwa belum lama berselang, seorang Belanda bernama Tuan V, diserang oleh satu soldadu peranakan yang langsung melompat naik ke dalam dos-a-dosnya saat dia melewati daerah antara Salemba dan Mr Cornelis (Jatinegara ).

Setelah berhasil masuk, soldadu ini lantas menusuk Tuan V, beruntung tusukanya luput. Tuan V segera turun dari dos-a-dosnya, sedangkan soldadu itu lalu memaksa kusir untuk membawanya pergi dari situ. Tuan V lantas mengambil dos-a-dos lain untuk mengejar soldadu itu.

Baca juga: Asal Usul Pondok Pinang, dari Tempat Singgah Budak VOC hingga Perumahan Elite Pondok Indah

Tapi soldadu itu ternyata langsung berlari masuk ke dalam tangsi, lalu memanjat tembok dan menghilang. Saat ini, Matraman masih memiliki reputasi yang kurang sedap. Bentrok antarwarga masih sering terjadi hanya karena masalah sepele.

Mungkin semangat “bertempur“ dari pasukan Mataram masih diwarisi oleh penduduk daerah itu, sayang pertempuran itu justru dilakukan sesama saudara sebangsa.

Versi lain menyebut Matraman berawal dari suatu tempat di wilayah Kelurahan Pal Meriam. Di sebuah tempat bekas tongkat yang ditancapkan oleh seorang pangeran dari Mataram. Tempat ini kemudian dikeramatkan orang dan terkenal dengan nama Kampung Matraman. Pal Meriam merupakan wilayah yang diserahkan oleh seorang pangeran Mataram kepada pamannya dalam penyerangan ke VOC, "Monggo, Paman" (Silakan Paman).

Cerita lain menyebutkan bahwa Matraman berasal dari sebuah mesjid kecil di pinggir Ciliwung yang digunakan pangeran dari Mataram. Bekas masjid kemudian menjadi Kampung Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng.

Di tempat itu dulu pemah ada rumah si pangeran yang bercorak Jawa dengan tiang tiang besar. Pada jaman Belanda rumah tersebut dimiliki oleh Tuan Bool dan dijadikan tempat pemeliharan bintang (seperti kebon raya). Namun kemudian dihancurkan karena menjadi persengketaan. Kampung Matraman lama berada di sekitar masjid ini dan disebut Matraman Dalam Mesjid.

Antara tahun 1947-1950, Matraman terrnasuk dalam Kelurahan Matraman, Asistenan Kampung Melayu, Kawedanan Kramat jati, Kota praja Jakarta Raya. Kantor kawedanan ada di Pasar Minggu. Kelurahan terletak di Matraman Dalam (1945-1948). Kemudian dipindah ke Kebon Manggis (1950), dan ke Jl Tambak (1967).

Pada tahun 1967, Kelurahan Matraman terpecah menjadi beberapa kelurahan (nama Kelurahan Matraman tidak ada), yaitu (I) Kelurahan Manggarai dan Kampung Bali yang termasuk Matraman Dalam dan masuk Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan; (2) Kelurahan Kebon Manggis dan Kelurahan Meriam, masuk Kecamatan Matraman, Jakarta Timur; (3) Kelurahan Pegangsaan dengan wilayah yang meliputi sebagian Kampung Matraman dan masuk Kecamatan Menteng, Jakarta Timur.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3378 seconds (10.101#12.26)