Hadapi Cuaca Ekstrem, Wakil Wali Kota Bogor Minta Warga Waspada

Rabu, 26 Januari 2022 - 17:12 WIB
loading...
Hadapi Cuaca Ekstrem, Wakil Wali Kota Bogor Minta Warga Waspada
Atap rumah warga di Kabupaten Bogor rusak akibat diterpa angin kencang beberapa waktu lalu. Foto: Ilustrasi/MPI
A A A
BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta masyarakat untuk waspada menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di Kota Bogor. Terutama, yang paling diwaspadai adalah bencana angin kencang atau puting beliung.

"Seiring perkembangan dan situasi cuaca, BMKG menyatakan bahwa kondisi cuaca ekstrim belum akan berhenti hingga kemarin. Kita harus waspadai kemungkinan terjadinya lagi angin puting beliung dan curah hujan tinggi," kata Dedie di Bogor, Rabu (26/1/2022). Baca juga: Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang, 41 Titik Bencana Terjadi di Bogor

Dedie menambahkan, masyarakat dihimbau untuk menghindari titik yang rawan terdampak cuaca ekstrem. Seperti ruas jalan yang memiliki banyak pohon besar atau di lokasi rawan tanah longsor.

"Saya juga sudah meminta kepada Dinas Perumahan dan Permukiman khususnya untuk kembali mengontrol pohon-pohon yang saat ini dikategorikan memiliki risiko rawan patah atau tumbang. Dan pohon-pohon yang berumur tua," ungkapnya.

Kemudian, untuk masyarakat yang berada di bantaran kali atau sungai juga harus senantiasa waspada. Termasuk meminta menjaga kelestarian lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan.

"Jadi kalau pun terjadi cuaca ekstrem, mau itu curah hujan tinggi ataupun yang lain tidak menimbulkan banjir yang berkepanjangan," sambungnya.

Di samping itu, tambah Dedie, masyarakat juga harus berpartisipasi dalam mengemban ilmu mitigasi bencana. Paling tidak, memahami dan lebih waspada ketika potensi atau resiko bencana ini muncul.



"Harus ada pengetahuan masyarakat soal itu. Misalnya bagi mereka yang tinggal dekat dengan pohon-pohon besar yang rawan tumbang atau patah. Atau masyarakat yang tinggal di bantaran, jangan membangun bangunan yang menambah beban TPT. Mudah-mudahan masyarakat bisa lebih waspada menghadapi cuaca ekstrem ini," pinta Dedie.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Bogor Indra Gustari menjelaskan, kejadian curah hujan dengan intensitas lebat, sangat lebat, hingga ekstrem disertai kilat petir dan angin kencang masih berpotensi tinggi di seluruh wilayah Jawa Barat sampai Maret 2022. Khususnya selatan, tengah, dan utara Jawa Barat.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2643 seconds (11.252#12.26)