Habitat Lutung Jawa Muaragembong Bekasi Terancam Punah

Jum'at, 10 Desember 2021 - 06:56 WIB
loading...
Habitat Lutung Jawa Muaragembong Bekasi Terancam Punah
Lutung Jawa di Muaragembong, Kabupaten Bekasi terancam punah. Foto: Dok Kelompok Sadar Wisata Desa Muaragembong
A A A
BEKASI - Habitat hewan primata Lutung Jawa di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, terancam punah akibat menyusutnya lahan pohon mangrove yang menjadi salah satu sumber makanan dan tempat mereka hidup.

Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Pantai Bahagia Ahmad Qurtubi mengatakan, menyusutnya lahan pohon mangrove membuat habitat lutung semakin berkuran setiap tahunnya.”Karena ada pembukaan lahan tambak,” katanya, Jum'at (10/11/2021). Baca juga: 5 Hewan Langka yang Harus Kamu Lihat Sebelum Punah

Menurut dia, luas lahan pohon mangrove yang menjadi habitat sebanyak 100 ekor hewan bernama ilmiah Trachypithecus Auratus itu saat ini hanya tersisa 14 hektare dari semula 40 hektare.

”Kalau sekarang di utara sekitar lima sampai tujuh hektar, di selatan juga sama. Total tinggal 14 hektare yang tersisa. Kalau dulu sekitar tahun 1980 luas habitat lutung jawa di Kampung Muara Bendera ini lebih dari 40 hektare,” ucapnya. Baca juga: 10 Hewan Purba yang Masih Hidup Sampai Sekarang, Nomor 4 dan 7 Imut Banget

Qurtubi mengaku satu kelompok kecil lutung jawa terdiri atas tujuh sampai 10 ekor. Idealnya sekelompok kecil hewan itu membutuhkan 12 hektare lahan untuk mereka bertahan hidup.”Itu berdasarkan hasil studi banding kami ke pemerhati primata di Ciwidey Bandung,” ucapnya.

Habitat Lutung Jawa Muaragembong Bekasi Terancam Punah


Sekretaris Desa Pantai Bahagia itu juga menyebut selain berkurangnya habitat, populasi lutung Jawa ikut terancam akibat perburuan yang semakin masif padahal hewan itu termasuk katagori dilindungi oleh pemerintah.

”Perkiraan saat ini di utara ada 55 ekor, di selatan 40 ekor. Populasinya bertambah lima sampai enam ekor setiap tahun di dua lokasi itu sejak 2013. Sebelumnya hanya sekitar 20 sampai 30 ekor. Perburuan selalu jadi momok tapi kita selaku pegiat lingkungan bersama warga akan terus menjaganya,” ungkapnya.

Keberadaan lutung jawa di wilayahnya masih menjadi daya tarik wisatawan hingga saat ini. Sayangnya hal itu tidak didukung dengan legalitas dan fasilitas yang memadai. ”Pertama harus ada penetapan wilayah konservasi lutung dan habitatnya, kedua infrastruktur harus dibangun untuk mendukung target kawasan wisata edukasi,” tegasnya.
(ams)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2277 seconds (10.55#12.26)