Tertinggi di DKI Jakarta, Sebanyak 12.908 Warga Jaktim Dievakuasi karena Covid-19

loading...
Tertinggi di DKI Jakarta, Sebanyak 12.908 Warga Jaktim Dievakuasi karena Covid-19
Kepala UPAS Dishub DKI Jakarta, Ali Murthado, menyebut sebanyak 12.908 warga Jaktim dievakuasi karena Covid-19. Foto/Okezone
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut penyebaran tertinggi Covid-19 berada di wilayah Jakarta Timur. Berdasarkan catatan, Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah mengevakuasi sebanyak 36.385 pasien terkonfirmasi Covid-19 sejak Maret 2020 hingga Juli 2021.

”Dari jumlah tersebut evakuasi pasien ke RS rujukan dan tempat isolasi paling banyak dilakukan di Jakarta Timur,” kata Kepala UPAS Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Ali Murthado, Kamis (29/7/2021).

Menurut dia, jumlah evakuasi di Jakarta Timur sebanyak 12.908, Jakarta Selatan sebanyak 10.214, Jakarta Utara sebanyak 5.885 warga. Kemudian Jakarta Pusat 4.785 warga, Jakarta Barat 2.369, dan Kepulauan Seribu sebanyak 19 warga, seluruhnya dievakuasi UPAS Dishub DKI berdasar permintaan pihak puskesmas kecamatan. Baca juga: Pemkot Jakarta Timur Targetkan 75% Warga Tervaksinasi pada 17 Agustus

Jajaran UPAS Dishub DKI Jakarta dilibatkan dalam proses evakuasi karena dalam satu kali perjalanan armadanya mampu mengangkut belasan warga. Namun, kata dia, hal itu berbeda dengan ambulans yang hanya beberapa. ”Untuk akumulasi evakuasi per kecamatan, tercatat Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur jadi kecamatan dengan jumlah evakuasi paling tinggi se-DKI. Sebanyak 4.293 warga dievakuasi dari sana, dan ini wilayah yang tertinggi,” ungkapnya. Baca juga: Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 7.751



Ali menjelaskan Kecamatan Koja, Jakarta Utara jadi wilayah dengan evakuasi nomor dua paling tinggi se-DKI dengan jumlah 2.704, sementara Pasar Minggu Jakarta Selatan sebanyak 2.702. Guna melayani proses evakuasi warga terkonfirmasi Covid-19 ini UPAS Dishub DKI Jakarta mengerahkan 42 armada khusus yang dimodifikasi untuk evakuasi dengan melibatkan 90 awak.

Pada Juni 2021, kata dia, sempat ada lonjakan evakuasi pasien. Tercatat 6.893 pasien yang dievakuasi selama Juni 2021. ”Tapi di Juli 2021 sudah turun, data sementara Juli kita evakuasi 4.528 pasien. Saat ini kondisnya sudah mulai menurun, dan semoga wabah ini cepat berlalu,” tegasnya.
(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top