Selama Masa PPKM, Jumlah PMKS di Jakarta Barat Diklaim Turun hingga 80%

loading...
Selama Masa PPKM, Jumlah PMKS di Jakarta Barat Diklaim Turun hingga 80%
Satpol PP Jakarta Barat mengklaim jumlah PMKS menurun selama masa PPKM. Foto/SINDOphoto/Ilustrasi.dok
JAKARTA - Satpol PP Jakarta Barat mengklaim jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) menurun selama pemberlakuan pembatasan kegiatan sosial (PPKM). Hal itu dilihat dari kuantitas pergerakan PMKS yang berkeliaran di jalanan.

"Sudah berkurang, dari pantauan kami hampir menurun sebesar 80%," ungkap Kepala Satpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat saat dikonfirmasi, Kamis (29/7/2021). Menurut Tamo, biasanya para PMKS yang terdiri dari manusia silver, pengamen hingga pemulung kerap terlihat di kawasan Daan Mogot dan perbatasan Tangerang Selatan.

Namun sejak PPKM berlaku satu bulan terakhir, pihaknya sudah jarang melihat kebaradaan para PMKS tersebut. "Ya masih ada sih, cuman ya jarang lah. Sudah sangat jarang," kata Tamo. Baca: Geber Motor Pemicu Tawuran Remaja di Sawah Besar

Tamo menilai minimnya warga yang keluar rumah membuat para PMKS kehilangan mata pencahariaan. Sehingga, para PMKS pun enggan beroperasi di jalanan. "Iya orang juga pasti takut lah berinteraksi sama orang asing (termasuk dengan PMKS di Jalan). Takut terpapar pas dia ngasih duit," papar Tamo.



Kendati begitu, pihaknya beserta Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Barat tidak mengendurkan pengawasan terhadap para PMKS. Tamo bilang, bila masih ditemukan PMKS, mereka akan dibawa ke GOR kawasan Cengkareng untuk dilakukan pembinaan oleh Dinsos.

"Nantinya, para PMKS yang diamankan akan dibawa ke Panti Sosial dan GOR kawasan Cengkareng, di Swab dulu, untuk dilakukan pembinaan," ucapnya.
(hab)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top