Ganjil Genap di Hari Pertama Perpanjangan PPKM Darurat Kota Bogor, Begini Kondisinya

loading...
Ganjil Genap di Hari Pertama Perpanjangan PPKM Darurat Kota Bogor, Begini Kondisinya
Polisi berjaga di check point Simpang Baranangsiang, Kota Bogor. Arus lalu lintas nampak sepi. Foto: MPI/Putra Ramadhani Astyawan
BOGOR - Hari pertama aturan ganjil genap dalam perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Bogor nampak sepi. Tak banyak kendaraan yang diputar balik.

Pantauan MNC Portal Indonesia, seperti terlihat di check point Simpang Baranangsiang arus lalu lintas nampak sepi. Kendaraan dari arah Ciawi yang hendak masuk ke pusat Kota Bogor diperiksa oleh petugas. Baca juga: PPKM Darurat, Polsek Pasar Rebo Bagikan Beras di Pos Penyekatan

Bagi kendaraan yang pelat nomor ganjil atau dalam kondisi lain sesuai ketentuan dipersilakan melanjutkan perjalanannya. Sedangkan untuk yang pelat nomor genap diputar balik oleh petugas menuju pintu Tol Bogor atau kembali ke arah Ciawi.

Terlihat, sedikit kendaraan yang diputar balik baik motor maupun mobil. Kondisi ini cukup jauh berbeda dibandingkan dengan ganjil genap sebelumnya.



"Mulai hari ini kami melaksanakan ganjil genap berdasarkan hasil rapat Satgas Covid-19 Kota Bogor dalam menekan mobilitas karena dua minggu terakhir masuk zona hitam dalam mobilitas," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo, Jumat (23/7/2021).

Susatyo menambahkan, hasil evaluasi penyekatan tidak cukup mengurangi mobilitas di dalam kota. Sehingga, ganjil genap diterapkan kembali. Baca juga: Kota Bogor Bakal Kembali Terapkan Ganjil Genap, Ini Alasannya

"Hasil evaluasi kami penyekatan di batas kota ternyata di dalam kota sendiri cukup padat. Karena itu kami mengambil kebijakan ini juga agar tidak terjadi perdebatan di jalanan dengan pengendara," jelasnya.

Untuk pelaksaan ganjil genap ini sendiri diberlakukan di 17 titik check point secara situasional tergantung kebutuhan dengan melihat dari kondisi arus lalu lintas di lapangan. Jika ganjil genap ini berhasil, tidak menutup kemungkinan dilanjutkan pada hari kerja.

"Setiap hari kita akan evaluasi pelaksanaannya apakah efektif atau tidak," tutup Susatyo.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top