Permintaan Peti Mati di Jakarta Meningkat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

loading...
Permintaan Peti Mati di Jakarta Meningkat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19
Perajin sedang membuat peti mati. Saat ini, permintaan peti mati di DKI Jakarta mengalami peningkatan cukup signifikan menyusul lonjakan kasus Covid-19. Foto/SIINDOnews/yohannes tobing
JAKARTA - Permintaan peti mati di DKI Jakarta mengalami peningkatan cukup signifikan menyusul lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota yang semakin mengkhawatirkan.

Salah seorang perajin peti mati di Duren Sawit, Jakarta Timur Herman mengungkapkan jika dalam beberapa hari terakhir permintaan peti dari berbagai RS rujukan Covid-19 semakin meningkat. "Dalam satu hari bisa 15-20 pesanan, biasanya kurang dari 10 per hari. Malah waktu itu pernah sampai 40 per hari," katanya Herman saat ditemui pada Rabu (23/6/2021). Baca juga: Kesedihan Anies saat Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19 di TPU Rorotan

Dengan adanya peningkatan permintaan peti mati, Herman mengungkapkan jika dirinya bersama dengan karyawan harus menambah jam kerja untuk memenuhi permintaan. “Walaupun sudah dari tahun lalu bikin peti mati untuk pasien Covid-19 tapi sekarang kewalahan juga karena banyak pesanan dari RS,” ujarnya.

Adapun untuk pembuatan peti mati khusus jenazah pasien Covid-19 ini, Herman mengatakan peti mati Covid-19 memiliki spesifikasi yang berbeda dengan peti mati umum. Peti mati Covid-19 dilapisi plastik, aluminum foil, dan dilapisi lem perekat untuk mencegah masuknya udara. Hal ini juga, supaya petugas tidak tertular dari jenazah saat proses pembusukan terjadi. Baca juga: Wacana Jenazah Covid Diangkut Truk, Wagub DKI Bersuara Lantang

Lalu bagaimana soal harga? Hermanpun enggan untuk membeberkan harga peti mati yang dibuatnya karena harganya berbeda antara peti mati umum dengan pasien Covid-19. "Biasanya dari RS itu datang ambil peti pesanan malam hari, datang pakai ambulans. Sekali ambil itu bisa beberapa peti," pungkasnya.

(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top