Keributan Kelompok Pengendara Motor di Pasar Minggu, Pembeli Pecel Lele Kena Bacok

Minggu, 06 Juni 2021 - 15:35 WIB
loading...
Keributan Kelompok Pengendara Motor di Pasar Minggu, Pembeli Pecel Lele Kena Bacok
Seorang pembeli pecel lele terkena bacokan oleh sekelompok orang tidak dikenal di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (6/6/2021) dini hari. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Seorang pembeli pecel lele terkena bacokan oleh sekelompok orang tidak dikenal di Pasar Minggu , Jakarta Selatan, Minggu (6/6/2021) dini hari.

Video yang diunggah akun Instagram @cetul.22 terlihat ada seorang warga terkapar dengan luka bacok. Dalam video itu korban berusaha dievakuasi oleh warga sekitar. (Baca juga; Motor Terbakar di Perempatan PGC Cililitan, Si Pemilik Malah Kabur )

Kapolsek Pasar Minggu Kompol Bambang Handoko membenarkan adanya kasus pembacokan di wilayah hukumnya. "Benar, awalnya ribut antara pengendara sepeda motor," ucapnya kepada wartawan.

Diketahui sebelum terjadinya perkelahian, seorang pengendara sepeda motor adu jotos terlebih dahulu. Sementara itu, warga sekitar turut menyaksikan kejadian itu. Namun, saat berusaha ditengahi kedua pengendara itu bergegas pergi meninggalkan lokasi kejadian.

"Dibubarin sama warga dan pedagang di sana. Nggak lama salah satu orang yang tadi ribut itu balik lagi bawa teman-temannya," terangnya. (Baca juga; Motor Curian Dijual Rp2,4 Juta, 2 Eksekutor dan 2 Penadah Diringkus )

Sedangkan, diketahui identitas korban berinisial S (38) yang berusaha menengahi aksi tersebut. Tapi, justru korban terkena bacokan senjata tajam.

Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo setelah mendapat luka bacok di beberapa bagian tubuhnya. Diketahui pelaku turut merusak dagangan usaha pecel lele dilokasi itu.

"Korban masih di rawat di RS Pasar Rebo. Dia itu pembeli pecel lele dan pemilik warung pecel lele juga merugi karena warung diacak-acak," pungkas Kompol Bambang.

Hingga kini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Hal ini guna menangkap para pelaku yang sudah membuat masyarakat resah.
(wib)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1550 seconds (10.177#12.26)