KRL Tak Berhenti di Tanah Abang, Sejumlah Stasiun Alternatif Alami Peningkatan Penumpang

loading...
KRL Tak Berhenti di Tanah Abang, Sejumlah Stasiun Alternatif Alami Peningkatan Penumpang
Penumpang kereta api tampak berjubel di Stasiun Tanah Abang. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Situasi di Stasiun Tanah Abang pada pukul 21.00 WIB Senin 3 Mei 2021kembali kondusif. KRL Commuter Line kembali melayani naik turun pengguna di stasiun itu setelah berhenti sementara pada pukul 15.00 – 19.00 WIB.

Hingga Senin pukul 21.00 WIB, jumlah pengguna KRL di seluruh stasiun mencapai 455.627 orang atau bertambah sekitar 7% dibanding Senin 26 April 2021 pekan lalu di waktu yang sama yaitu 423.623 orang.

"Stasiun Tanah Abang sendiri mencatat volume pengguna mencapai 31.325 orang," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, Selasa (4/5/2021). Baca juga: Hari Pertama Pembatasan Operasi Stasiun Tanah Abang, Penumpang KRL Dibuat Bingung

Sebagai salah satu stasiun alternatif, kondisi Stasiun Palmerah tampak ramai. Tercatat jumlah pengguna di Stasiun Palmerah mencapai 12.464 orang atau bertambah 49% dibanding waktu yang sama Senin 26 April 2021 pekan lalu di waktu yang sama yaitu 8.333 orang.

Stasiun alternatif lainnya yaitu Karet juga mencatat kenaikan jumlah pengguna hingga 73% dibanding Senin pekan lalu pada waktu yang sama. "Hingga pukul 21.00 hari Senin, Stasiun Karet telah melayani 7.535 pengguna," tambahnya.



Berdasarkan evaluasi terhadap pelaksanaan penyesuaian layanan di hari pertama ini, maka mulai Selasa (4/5) pengguna KRL akan diizinkan transit atau berganti kereta di Stasiun Tanah Abang.

Meskipun demikian, Stasiun Tanah Abang tetap tidak melayani pengguna yang hendak keluar maupun masuk stasiun pada pukul 15.00-19.00 WIB. Baca juga: Stasiun Tanah Abang Ditutup, KAI Antisipasi Kepadatan Penumpang di Stasiun Alternatif

Petugas KAI Commuter dibantu tambahan petugas keamanan senantiasa menerapkan protokol kesehatan bagi para pengguna, seperti wajib memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL. Upaya menjaga jarak juga dilakukan saat kondisi stasiun padat yaitu dengan penyekatan sebelum pengguna naik KRL.

Pada jam sibuk pagi dan sore hari petugas melakukan penyekatan di stasiun padat. Seperti di Stasiun Palmerah sore hingga malam ini dilakukan penyekatan yang dibagi dalam beberapa zona.

Penyekatan bertujuan untuk menghitung jumlah pengguna yang naik KRL sesuai kuota masing-masing stasiun. Penyekatan di Stasiun Palmerah dibagi dalam beberapa zona yaitu saat pengguna akan masuk stasiun, di hall tengah stasiun, hingga ujung di depan pos kesehatan untuk selanjutnya diarahkan menuju peron 1.



Sebagai dampak ditutupnya Stasiun Tanah Abang, kuota pengguna yang dapat naik ke setiap rangkaian KRL dari Stasiun Palmerah juga bertambah. Tambahan kuota diambil dari Stasiun Tanah Abang yang sementara tidak melayani pengguna.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top