Kompleks TNI AL Cilincing Porak Poranda Disapu Hujan dan Angin Kencang

loading...
Kompleks TNI AL Cilincing Porak Poranda Disapu Hujan dan Angin Kencang
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Jakarta sejak dini hari tadi membuat sejumlah atap rumah warga di Kompleks TNI AL Cilincing, Jakarta Utara, roboh. Foto: Instagram @infojkt24
JAKARTA - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Jakarta sejak dini hari tadi membuat sejumlah atap rumah warga di Kompleks TNI AL Cilincing, Jakarta Utara, roboh.

“Jumat (26/2/2021) atap rumah warga terbang diduga karena hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada dini hari di kompleks TNI AL Jakut,” tulis akun Instagram @infojkt24, Jumat (26/2/2021).

Baca juga: Hujan Disertai Angin, Sejumlah Pohon Bertumbangan di Jakarta dan Bekasi

Dalam postingan terlihat atap rumah warga porak poranda di sapu angin. Bagian atap rumah berterbangan hingga menutupi mobil Dinas TNI AL yang terparkir di pinggir jalan. Rangka pondasi atap rumah juga tampak ikut berserakan, sehingga membuat jalanan tertutup reruntuhan.

Baca juga: Angin Kencang, 4 Rumah Dihuni 25 Orang Tertimpa Pohon Tumbang di Cakung



Terpisah, puluhan atap rumah warga di wilayah Semper Timur, Cilincing, juga roboh disapu angin kencang. Salah satu warga RT 010/RW 011, Semper Timur, Mariyadi (45), mengatakan, hujan angin datang pada Jumat (26/2/2021) dini hari tadi.

Saat itu dia mendengar suara gemuruh dengan hujan angin yang sangat kuat. "Terdengar suara kretek kretek, luar biasa lah. Kita satu keluarga panik, asbes di atas itu sudah berterbangan entah ke mana, angin itu mutar," kata Mariyadi di lokasi.

Baca juga: Terjangan Puting Beliung Rusak 60 Rumah, Seorang Warga Tewas


Dari kejadian tersebut, Maryadi bersama keluarganya mencoba keluar dari rumah. Namun saat keluar dari rumah, kanopi depan rumah tiba-tiba rubuh.

"Kita langsung berdiam diri di samping rumah, kita tidak bisa berteduh dengan selayaknya, masih kehujanan juga. Setelah reda keluarga saya semua nginep di rumah tetangga," tuturnya.





Dia mengaku bagian atap rumah dan tembok hancur. "Pertama tembok ruang tengah, kamar, lalu asbes keangkat semua. Yang jelas itu sudah habis semua," ucapnya.

Ketua RT 010 Jajang Ahmad Suhedi mengatakan, akibat kejadian ini sedikitnya terdapat 40 rumah warga sekitar mengalami kerusakan ringan hingga kerusakan berat. "Ini berdasarkan data sementara, ada 40 rumah, khususnya di RT 10/RW 11," kata Jajang.

Untuk penanganan kerusakan, warga masih memperbaiki sendiri rumahnya. "Belum ada bantuan dari mana mana, tapi tadi sudah ada yang berkunjung ke sini dari Tim Tagana, sudah mendata warga siapa saja dan berapa jumlahnya, sudah saya laporkan ke Tim Tagana," tutupnya.
(thm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top