Keluarga Gus Nur Diusir dari Ruang Sidang Gara-gara Interupsi

loading...
Keluarga Gus Nur Diusir dari Ruang Sidang Gara-gara Interupsi
Sidang lanjutan kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Sugi Nur Raharja atau Gus Nur di PN Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2021). Foto: SINDOnews/Ari Sandita Murti
JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Sugi Nur Raharja atau Gus Nur , Selasa (23/2/2021). Agendanya mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pada sidang kali ini tanpa dihadiri pengacara Gus Nur.

Perkara yang menjerat Gus Nur digelar di ruang sidang utama yang mana sidang dipimpin ketua majelis hakim Toto Ridarto dan dimulai pukul 13.30 WIB. Di persidangan, hadir Jaksa secara langsung dan terdakwa Gus Nur secara virtual. Sedangkan, pengacara tak hadir lantaran walk out.
Baca juga: Kuasa Hukum Gus Nur Desak Gus Yaqut dan Said Aqil Tak Diistimewakan

Hakim tetap melanjutkan persidangan meski tanpa tim pengacara Gus Nur. Agenda sidang kali ini berupa pemeriksaan saksi ahli yang dihadirkan Jaksa yakni saksi ahli Linguistik Forensik dari Universitas Pendidikan Indonesia Andika Dutha Bachari.

Dalam persidangan, hadir salah satu keluarga Gus Nur yakni Irwan Syaifullah menyaksikan jalannya persidangan. Namun, di tengah-tengah persidangan saat hakim tengah berbicara, dia memotong perkataan hakim dan mengatakan kalau dia merupakan keluarga Gus Nur dan semacamnya.



Alhasil, polisi yang melakukan penjagaan di ruangan sidang Gus Nur membawanya keluar ruang sidang lantaran dianggap mengganggu jalannya persidangan. Sempat terjadi adu mulut keluarga Gus Nur dengan polisi lantaran tak terima diusir dari ruangan.

Sebelum sidang dimulai, pengacara Gus Nur, Ricky Fatamajaya dan pihak keluarga juga sempat bersitegang dengan polisi yang mengamankan jalannya persidangan. Sebabnya, pihak keluarga menggelar jumpa pers di depan ruang sidang utama.
Baca juga: Keluarga Sebut Gus Nur Dikriminalisasi dan Diskriminasi

Keluarga Gus Nur berbicara dengan suara cukup keras. Polisi lantas menegur mereka untuk tidak berbicara dengan nada tinggi karena bisa mengganggu persidangan lainnya di PN Jakarta Selatan. Akibatnya, terjadi adu mulut antara pihak keluarga, pengacara, dan polisi.



Perdebatan itu berakhir saat ada petugas kepolisian lainnya dan petugas PN Jakarta Selatan yang menengahi. Pihak keluarga Gus Nur dan pengacara diminta tak berbicara keras saat jumpa pers, tak berlama-lama, dan tak berkerumun di satu tempat.
(jon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top