Pemkot Bogor Sambut Baik Keinginan Pemprov Jabar Perkuat Puskesmas Tangani Corona

loading...
Pemkot Bogor Sambut Baik Keinginan Pemprov Jabar Perkuat Puskesmas Tangani Corona
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengajak semua daerah di Jawa Barat, tak terkecuali Bogor untuk menggeser energi dan peran pihak terkait dalam menangani Covid-19 ke puskesmas .Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Program Penguatan Puskesmas di Jawa Barat.

"Saya tahu puskesmas sudah melakukan, namun menurut saya belum terkonsepkan, terkoordinir dan terteorikan secara komprehensif. Sementara program ini saya namakan Puskesmas Terpadu dan Juara (PUSPA). Kepada kepala daerah kami mohon untuk mencari akal untuk membiayai program PUSPA ini," kata Kang Emil sapaan akrabnya, Rabu 27 Januari 2021.

Kang Emil menyatakan, saat ini Pemprov Jabar hanya sanggup membiayai Rp 80 Miliar yang diperuntukkan bagi 100 puskesmas di 12 kota / kabupaten yang memiliki jumlah kasus konfirmasi, suspek, kontak erat dan probable aktif terbanyak.

Adapun anggaran yang diberikan kepada puskesmas melalui Program Penguatan Puskesmas, rinciannya penggunaannya sebanyak 68,1 persen akan digunakan untuk APD, testing dan KIE KIT.Kemudian 2,3 persen untuk pelatihan, 24,2 persen untuk SDM dan 5,4 persen untuk alih fungsi isolasi komunitas.



Terpisah, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan, kurang sepakat jika lonjakan kasus positif Covid-19 yang cukup tinggi pasca tahun baru hingga saat ini, disebabkan dampak dari libur panjang. Baca juga: Kurangi Beban RS Rujukan, Jabar Optimalkan Puskesmas Tangani COVID-19

Dia berpendapat, lonjakan kasus positif Covid-19 lebih disebabkan sistem yang ada kurang mampu untuk meningkatkan kapasitasnya dalam hal testing, tracing dan treatment (3 T).

"Sekarang kita melihat lonjakan di rumah sakit, hal itu karena warga terpaksa ataudipaksa untuk dirawat di rumah, padahal kondisi di rumah tidak memungkinkan. Kedua, kurang maksimal dalam hal surveilans atau penelusuran kontak erat. Saya kira sistem inilah yang lemah dimana-mana, termasuk di Kota Bogor," katanya.



Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan setiap satu kasus positif Covid-19 dilakukan penelusuran 20 kontak erat. Namun jika dalam satu hari ada 100 kasus, maka ada 2.000 kontak erat yang harus di test.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top