Penyaluran Bansos di Tangsel Picu Kerumunan, Sekretaris Lurah Pondok Cabe Ilir: Kacau!!!

loading...
Penyaluran Bansos di Tangsel Picu Kerumunan, Sekretaris Lurah Pondok Cabe Ilir: Kacau!!!
Ratusan warga berdesakan di halaman beberapa kelurahan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (11/1/2021). Antrean mereka mengular panjang demi mencairkan Bantuan Sosial Tunai (BST). Foto: Okezone/Hambali
TANGERANG SELATAN - Ratusan warga berdesakan di halaman beberapa kelurahan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) , Senin (11/1/2021). Antrean mereka mengular panjang demi mencairkan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Realita itu berbeda dengan ketentuan yang diatur sebelumnya di mana dikatakan jika BST sebesar Rp300 ribu disalurkan langsung ke alamat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui PT Pos. (Baca juga: Hari Ini, Bantuan Sosial Tunai Tahap Pertama untuk Warga Tangsel Dicairkan)

Kerumunan pun tak dapat dihindarkan. Ratusan warga bahkan hingga mencapai seribuan lebih memadati halaman kantor kelurahan di beberapa tempat di antaranya Pondok Cabe Ilir, Bambu Apus, Pondok Benda, dan Kedaung. Kerumunan nyaris memicu kericuhan.

"Kacau!. Kita (kelurahan) juga baru terima datanya di hari yang sama saat penyaluran tanggal 10 Januari 2021. Sedangkan warga udah pada datang ke kelurahan. Kerumunan kita nggak bisa cegah," ujar Sekretaris Lurah Pondok Cabe Ilir Prihadiyanto, Senin (11/1/2021).



Jumlah KPM yang terdata di Pondok Cabe Ilir sekitar 2.749 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah itu, BST sudah disalurkan kepada 700-an KK pada Minggu 10 Januari 2021.

"Karena warga membeludak dan berkerumun di kelurahan kemarin terpaksa kami hentikan. Sisa BST yang belum disalurkan akan kembali dibagikan pada Sabtu atau Minggu ini. Teknisnya juga lagi kita atur supaya tidak lagi terkonsentrasi di kelurahan," katanya. (Baca juga: Mulai Hari ini, 197.380 Warga Bekasi Terima Bantuan Sosial Tunai)

Kerumunan tanpa jarak juga terjadi di Kelurahan Bambu Apus, Pamulang. Antrean warga yang membeludak itu berlangsung sejak Minggu pagi hingga tengah malam. Tak ada lagi kepatuhan protokol kesehatan lantaran satu sama lain saling berebut antrean.



Kondisi demikian menjadi ironi karena Tangsel merupakan satu dari 3 wilayah di Provinsi Banten yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Langkah itu diambil guna menekan penyebaran Covid-19 yang kian meluas.
(jon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top