Dikenal Rajin Ibadah, Pelaku Vandalisme di Musala Sempat Ingin Bunuh Ibu Kandung

loading...
Dikenal Rajin Ibadah, Pelaku Vandalisme di Musala Sempat Ingin Bunuh Ibu Kandung
Pelaku perobekan Alquran dan mencoret Saya Kafir dinding di Musala Darrusalam, Perumahan Villa Tangerang Elok, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, diduga mengikuti aliran sesat. Foto/Ist
TANGERANG - Pelaku vandalisme di Musala Darrusalam, Villa Tangerang Elok, Kutajaya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, ternyata memiliki kepribadian sopan dan taat ibadah.

Keterangan ini diungkapkan oleh ibunda S, saat dilakukan pemeriksaan petugas kepolisian. Dalam keterangan itu, Astuti, ibunda S mengatakan, putra yang dilahirkannya pada 2002 lalu itu anak baik.

Namun, dalam setahun belakangan diakuinya ada perubahan pada diri S. Perubahan ini tampak nyata pada 3 minggu terakhir. Sikap S, mulai tampak tidak seperti yang biasanya. (Baca juga: Pelaku Perobekan Alquran dan ‘Saya Kafir’ di Musala Tangerang Diduga Ikut Aliran Sesat)

"Sebelumnya anak tersebut rajin beribadah lima waktu dan puasa Senin, Kamis. Tetapi tiga bulan kebelakangan sudah jarang melaksanakan kegiatan salat," kata Astuti, dalam pemeriksaan polisi, Rabu (30/9/2020).



Selama terjadi masa perubahan itu, S banyak menghabiskan waktu dengan menonton channel Youtube Al Fatih yang berisi tentang perjuangan Islam di Turkey dan kisah Nabi.

Dari menonton tayangan Youtube itulah, S diduga banyak terpengaruh ajaran sesat. Bahkan pernah suatu waktu, S hendak membunuh ibu kandungnya. Dia beralasan, bahwa darah ibunya itu halal ditumpahkan.

Melihat gelagat putra keduanya itu, Astuti membawa S kepada orang pintar untuk dirukiah. Mengejutkan, ternyata S telah diduga dipengaruhi aliran yang berbahaya. (Baca juga: Pelaku Perobekan Alquran Dibekuk Polisi, Warga Langsung Bersihkan Musala Darussalam)



"Setelah dilakukan rukiah dan pengobatan, S ketika diajak bicara tidak nyambung seperti orang normal. Dia juga selalu bercerita tentang Dajal dan kematian seperti orang yang tengah depresi atau stres," ungkapnya.

Sementara itu, tetangga korban Anian yang juga telah menjalani pemeriksaan pihak kepolisian membenarkan yang diceritakan oleh ibunda S tentang keseharian putranya. (Baca juga: Alquran Dirobek dan Musala Dicoret-Coret 'Saya Kafir' Hebohkan Warga Tangerang)

"Ya, yang bersangkutan sebelumnya memang rajin salat berjamaah di Musala Darussalam, dari mulai Salat Subuh sampai dengan Salat Isya. Dia selalu berjamaah. Makanya, kemarin warga tidak terprovokasi," pungkasnya.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top