Pemprov DKI Gelar Acara Tahlilan Almarhum Sekda Saefullah secara Virtual

loading...
Pemprov DKI Gelar Acara Tahlilan Almarhum Sekda Saefullah secara Virtual
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sekda DKI Jakarta Saefullah semasa hidup. Foto/Tangkapan Facebook @Anies Baswedan
A+ A-
JAKARTA - Acara tahlilanatas meninggalnya Sekda DKI Jakarta Saefullah digelar secara virtual oleh Pemprov DKI Jakarta, Rabu (16/9/2020) malam. Penyelenggaraan tahlilan virtual ini guna mencegah terjadinya persebaran virus Corona atau COVID-19.

Almarhum Saefullah meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, lantaran terpapar virus Corona. (Baca juga; Dua Pejabat DKI di Gedung Kantor Almarhum Saefullah Positif Covid-19)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir dalam acara tahlilan virtual tersebut. Dia mengatakan, keluarga besar Pemprov DKI Jakarta sangat kehilangan atas kepergian Sekda DKI Jakarta almrarhum Saefullah.

"Pak Saefullah kita kenal orang yang soleh, orang baik. Orang yang dalam kesehariannya memikirkan masyarakat dan umat," kata Anies. (Baca juga; Pemakaman Sekda DKI Saefullah Dilakukan Sesuai Protap Covid-19)



Anies mengenang, Saefullah yang kerap memberikan suplemen dan obat-obatan kepada banyak orang selama pandemi COVID-19 agar selalu sehat dan menjaga daya tahan tubuhnya. "Pak Sekda ini orang yang matang kepemimpinannya. Teruji mulai dari saat jadi guru, sampai wali kota dan akhirnya Sekda," ungkap Anies.

Mantan Mendikbud itu mengatakan, satiap hari dirinya selalu bertemu dengan almarhum Saefullah. Dia pun mengenang bagaimana Saefullah selalu menjalankan kerjanya dengan tuntas. "Kematangannya itu terlihat dalam rapat dan sidang-sidang yang menegangkan. Pak Sekda selalu muncul dalam candanya. Pak Sekda selalu terlihat tenang," ucapnya.

Anies bersyukur sempat bekerja selama tiga tahun bersama Saefullah di Pemprov DKI Jakarta. Dia kembali mengenang bagaimana Saefullah pamit untuk pulang karena tidak enak badan pada Senin 7 September 2020. (Baca juga; Wagub: Pak Saefullah Punya Riwayat Penyakit Asam Lambung dan Jantung)



"Saat itu cuma bilang kalau nggak enak badan. Kita komunikasi terus, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, tiap hari kita komunikasi. Dari Dinkes saya mendapat perkembangan yang sebenarnya. Kalau dari Pak Sekda dia selalu menceritakan alhamdulillah baik," ujar Anies.

Anies mendapat kabar dari Kadis Kesehatan Widyastuti yang menyampaikan kabar bahwa Saefullah harus mendapatkan perawatan di ICU RSPAD Gatot Subroto. "Pukul 01.00 WIB dini hari beliau kirim WA menyampaikan bahwa Pak Gub saya dipindah ke RSPAD. Besoknya saat ditanya dijawab alhamdulillah enakan pak stabil. Padahal jelas kondisi beliau menurun," ungkap Anies.

Anies tak lagi mendapat kabar dari Saefullah setelah mendapat perawatan intensif di ICU RSPAD Gatot Subroto lantaran tak bisa menggunakan alat komunikasi selama ICU. "Inilah perjalanan orang yang amat tangguh bagi semua. Bagi keluarga ini adalah kehilangan yang amat besar. Bagi kita di Pemprov DKI juga kehilangan yang sangat besar," sambungnya.

"Tapi saya percaya Pak Sekda diwafatkan sebagai seorang sahid yang wafat saat terkena wabah. Dan yang terpenting bulan-bulan terakhir masa hidupnya dikerjakan untuk menyelesaikan wabah dan nyawa warga Jakarta. Memastikan keselamatan warga Jakarta. Insya Allah hari terakhirnya itu dicatat sebagai amal saleh," pungkasnya.
(wib)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top