alexametrics

Takut Tertular, Warga Serpong Tolak Pemakaman Pasien Corona

loading...
Takut Tertular, Warga Serpong Tolak Pemakaman Pasien Corona
Warga Serpong tolak korban meninggal akibat Corona dimakamkan di dekat dengan pemukiman mereka. Foto: Hasan Kurniawan/SINDOnews
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Tidak adanya sosialisasi dan informasi yang valid tentang wabah virus Corona di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menimbulkan kepanikan dari masyarakat.

Jauh lebih buruk, warga yang cemas dengan penyebaran virus Corona yang sangat cepat pun akhirnya panik. Bahkan berimbas, pada aksi spontan menolak lingkungan rumahnya dijadikan tempat pemakaman pasien Corona.

Aksi penolakan warga ini terjadi disejumlah tempat. Warga khawatir, mayat pasien Corona akan menimbulkan wabah penyakit yang telah menelan 4 korban jiwa tersebut.



Kiki, salah seorang warga Kavling, RT01/04, Serpong, mengatakan, warga menolak korban meninggal akibat positif virus Corona dimakamkan di area pemakaman Bingbin yang dekat lingkungannya.

"Tadi itu ada 30 orang yang kumpul. Mereka takut tertular virus Corona dari yang dikubur itu," kata Kiki di lokasi, Senin 23 Maret 2020. (Baca juga: Kasus Baru Virus Corona di Korsel Turun ke Level Terendah)

Menurutnya, warga cemas jika virus Corona dari jenazah yang dimakamkan akan menular. Warga akhirnya berkerumun. Aksi warga ini sempat menimbulkan kecemasan, apalagi sempat beredar pesan berantai.

"Ya, tadi kami memang melihat ada pesan berantai yang mengatasnamakan Lurah Serpong Iing Solihin. Pesan itu bertuliskan, bahwa TPU di kawasan itu dijadikan tempat pemakaman pasien Corona," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengaku, pihaknya masih belum mendapatkan laporan terkait aksi penolakan warga Serpong dari jajarannya. (Baca juga: Kemendikbud-DPR Sepakat UN SD hingga SMA Ditiadakan)

Dia pun berharap, warga dapat mengerti hal ini. Karena wabah virus ini sudah meluas, dan jenazah yang telah dikubur tidak akan menularkan warga lain dan menimbulkan wabah Corona baru di lingkungan makam itu.

"Saya belum mendapat info itu, tapi saya berharap tidak terjadi seperti itu. Saya sampaikan kepada warga bahwa pasien yang dimakamkan aman buat lingkungan, tidak akan menularkan wabah ke warga," tukasnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak