Polisi Dalami soal Pesta Gay Direkam lalu Videonya Dijual

loading...
Polisi Dalami soal Pesta Gay Direkam lalu Videonya Dijual
Polda Metro Jaya saat menggelar rekonstruksi pesta seks gay dengan melibatkan para saksi dan tersangka, Kamis (3/9/2020) lalu. Foto: SINDOphoto/Isra Triansyah
A+ A-
JAKARTA - Polisi masih terus mengembangkan kasus pesta gay yang berlangsung di kawasan Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan. Salah satunya soal kemungkinan 9 tersangka selaku panitia memvideokan kegiatan pesta asusila itu dan menjualnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, polisi saat ini masih mengembangkan kasus perbuatan seks menyimpang itu. Polisi sudah menggelar rekonstruksi kasus tersebut guna pemberkasan. (Baca juga: Polda Metro: Ada Kemungkinan Komunitas Gay Akan Menggelar Event Lanjutan)

"Jadi rekonstruksi itu untuk menggambarkan apa yang dituangkan para saksi dan tersangka di dalam berita acara. Lalu kita samakan keterangan itu dengan cara memperagakan untuk bisa mencari kesesuaian," ujar Yusri kepada wartawan, Sabtu (5/9/2020).

Sementara itu, Wadir Krimum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, menyebutkan, sejauh ini pihaknya belum menemukan bukti kalau panitia merekam kegiatan cabul dalam pesta sesama jenis itu dan menjual videonya. (Baca juga: 2 Pasangan Remaja Mesum Diamankan Warga Ciracas Jakarta Timur)



"Kita mendalami itu juga, tapi fakta itu belum ketemu. Kita sudah mengecek mungkin ada hidden kamera atau segala macam, tapi belum ketemu di TKP," katanya.

Diketahui para pelaku, khususnya tersangka TRF, sudah menginisiasi penyelenggaraan pesta gay selama 6 kali sejak 2018 hingga 2020. Bahkan, dalam rekonstruksi yang digelar Kamis (3/9/2020) lalu, ditemukan fakta bahwa komunitas penyuka sesama jenis tersebut hendak membuat kegiatan asusilanya kembali. (Baca juga: Penyelenggara Pesta Gay di Kuningan Meniru dari Thailand)
(thm)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top