alexametrics

Pemkot Minta Pelaku Usaha di Bogor Berperan Aktif Bantu Pra-bencana

loading...
Pemkot Minta Pelaku Usaha di Bogor Berperan Aktif Bantu Pra-bencana
Bencana longsor di Bogor, Jawa Barat. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meminta para pelaku usaha berperan aktif membantu pra-bencana di Kota Bogor. Sebab, bencana tak bisa diprediksi yang bisa terjadi kapan dan dimana saja, termasuk Kota Bogor, baik itu berupa longsor, banjir, pohon tumbang, sampai puting beliung.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat saat membuka seminar peran dunia usaha dalam pengurangan risiko bencana yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di IPB International Convention Center (IICC), Baranangsiang, Kota Bogor, Kamis (27/2/2020).

"Pemkot ingin membangun komitmen bersama dalam penanggulangan bencana termasuk dengan pelaku usaha. Maka dari itu, kami berharap ada langkah nyata, peran aktif dari pelaku usaha dalam membantu pra bencana ini," ungkapnya di hadapan 52 pelaku usaha yang hadir.



Menurutnya, peran aktif pra bencana ini bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, bisa berupa Corporate Social Responsibility (CSR) dengan mendukung segala kegiatan forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB), atau bisa juga dalam hal lain.

"Saya kira banyak cara lah untuk berkontribusi dalam berperan aktif pra-bencana ini. Sebab jika Kota Bogor nyaman dan aman maka akan semakin banyak wisatawan yang datang ke kota ini dan secara langsung baik tidak langsung bakal berdampak positif bagi ekonomi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bogor, Arie Priyono mengatakan seminar ini merupakan rangkaian panjang dari program mendukung Kesiapsiagaan Bencana dari pemerintah dan masyarakat atau disingkat Sinergi (Supporting Disaster Preparedness of Government and communities).

"Program Sinergi ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas empat elemen, yaitu Pemerintah, Akademisi, Masyarakat dan Pelaku Usaha mengingat penanggulangan bencana menjadi urusan bersama," katanya. (Baca juga: Pengungsi di Bogor Melonjak dan Dapat Trauma Healing)

Nantinya, elemen ini di antaranya kalangan perbankan, niaga, jasa, developer dan lainnya nantinya bisa akan saling berkomunikasi dan bersinergi dalam menghadapi maupun menanggulangi bencana. Sehingga pertemuan pertama kali dengan pelaku usaha se-Kota Bogor dari berbagai bidang, dapat saling berkomunikasi.

"Seminar ini tujuannya mengajak pelaku usaha peduli terhadap mitigasi bencana dan turut mempunyai tanggung jawab sosial dalam pra-penanggulangan bencana tak hanya saat terjadi bencana. Keterlibatan pelaku usaha di pra bencana sangat diperlukan agar Kota Bogor menjadi Kota tangguh bencana," jelasnya.

Pihaknya sepakat dengan yang disampaikan Sekda, salah satu bentuk dukungan pra bencana dari para pelaku usaha bisa menyediakan fasilitas perkantoran, sarana pendidikan, sarana kesehatan yang bangunan konstruksinya memenuhi standar Kementerian PUPR.

"Bencana yang sering terjadi di Kota Bogor kan longsor, puting beliung, dan gempa. Ini perlu disosialisasikan sebagai langkah-langkah preventif penanganan kebencanaan," imbuhnya. (Baca juga: 2 Desa Masih Terisolir, Tanggap Darurat Bencana di Bogor Diperpanjang)
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak