alexametrics

Dua Bocah Tenggelam di Kali Maharta, Anggota DPRD Tangsel: Sudah Takdir

loading...
Dua Bocah Tenggelam di Kali Maharta, Anggota DPRD Tangsel: Sudah Takdir
Rumah duka bocah tewas tenggelam di Pondok Serut II, Pondok Kacang Timur, Tangerang Selatan. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Tenggelamnya dua bocah di kali Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan, menimbulkan keprihatinan sejumlah kalangan. Tidak terkecuali anggota Komisi 2 DPRD Kota Tangsel Eva Puspita.

Menurut Eva, tenggelamnya kedua bocah itu akibat dari keteledoran orang tua dalam menjaga anaknya, dan takdir Tuhan yang tak bisa dilawan, apalagi dihindari oleh manusia.

"Kalau adanya korban jiwa, bukan kesalahan dari pemerintah. Tetapi ketelodaran kita, karena anak-anak harus lebih diawasi. Secara infrastruktur, kita juga sudah maksimal," ujar Eva, Rabu (26/2/2020). (Baca juga: Adu Nyali di Kali Pondok Maharta, 2 Bocah SMP Hilang Tenggelam)



Menurutnya, pemerintah dalam hal ini tidak bisa disalahakan, karena tidak bisa mengakomodir semua kebutuhan warganya. Apalagi banjir juga terjadi di beberapa titik.

"Ya, pertama takdir. Kedua, ketika ada banjir, seperti di Yogya misalnya, itu keteledoran bukan dari sekolah. Pemerintah enggak bisa mengakomodir semua kepentingan masyarakat, hanya teknisnya saja," katanya. (Baca: Satu Korban Tenggelam di Kali Maharta Ditemukan Tewas)

Terkait adanya keteledoran dalam penanganan banjir oleh pihak BPBD hingga ada korban jiwa, aktivis mahasiswa 1998 dari Universitas Trisakti ini berjanji mengevaluasinya.

"Coba nanti kita evaluasi kinerjanya, kayak perahu karet, itu penting. Saat rakor kemarin, saya keras bangat. BPBD harus lebih tanggap, terutama di titik rawan banjir, seperti di Maharta ini yang paling sering," paparnya.

Tidak hanya kinerja BPBD, pihaknya juga akan mendorong agar kinerja Dinas Pekerjaan Umum (DPU), terutama di dalam perawatan tanggul air yang jebol di Kampung Bulak.

"Kita harus evaluasi kenapa tanggul itu jebol, karena itensitas arus yang besar ditambah kita harus memperbaiki infrastruktur uang ada, seperti tanggul banyak yang sudah lama. Kenapa tanggul selalu jebol," pungkasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak